Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pengusaha Truk Apresiasi Capaian di Sektor Jalan Tol

Selain tarif, Aptrindo berharap agar pembangunan ruas-ruas tol sirip juga menjadi fokus pemerintah.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 15 Oktober 2019  |  17:17 WIB
Jalan Tol Balikpapan-Samarinda. - PT Jasa Marga Balikpapan Samarinda
Jalan Tol Balikpapan-Samarinda. - PT Jasa Marga Balikpapan Samarinda

Bisnis.com, JAKARTA — Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia mengapresiasi capaian pengusahaan jalan tol oleh pemerintah dalam periode 2014—2019.

Pasalnya, jaringan jalan tol yang terbangun sangat berdampak pada peningkatan efektivitas dan efisiensi para pengusaha truk yang banyak bergerak di sektor angkutan logistik. Namun, Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) juga memberi sedikit catatan terkait dengan tarif dan pengembangan sirip tol yang masih perlu dilakukan.

Wakil Ketua Aptrindo Kyatmaja Lookman mengatakan bahwa progres pembangunan jalan tol sangat cepat dan berdampak positif bagi dunia usaha, khususunya para pengusaha truk.

"Sudah luar biasa ya, pembangunan-pembangunan yang dilakukan Kementerian PUPR. Pembangunan tol juga sudah luar biasa progresnya. Hanya saja, dari segi harga masih mahal khususnya untuk truk walaupun sudah ada penyederhanaan golongan," ujarnya kepada Bisnis, Senin (14/10/2019).

Kendati mengeluhkan tarif tol yang mahal untuk jenis truk, pria yang akrab disapa Kyat ini bisa memaklumi hal tersebut.

Dia meyakini bahwa dampak positif dari makin luasnya konektivitas jalan tol pasti akan makin memeratakan perekonomian di banyak daerah dan berujung pada kemampuan para pengusaha.

"Nanti seiring dengan perkembangan perekonomian, baru masuk [tarif tol tidak lagi menjadi beban yang besar]," katanya.

Selain tarif, Kyat juga berharap agar pembangunan ruas-ruas tol sirip juga menjadi fokus pemerintah.

Artinya, konektivitas antarwilayah bukan hanya terjadi pada perkotaan, melainkan juga hingga ke daerah-daerah yang memiliki potensi ekonomi.

Ruas utama tol yang telah terbangun dinilainya harus diimbangi dengan pembangunan jalan penunjang yang terhubung dengan pintu keluar, jalan menuju termasuk ke stasiun, bandara, dan pelabuhan.

Berdasarkan catatan Bisnis, Kementerian PUPR sukses melampaui target yang tertuang dalam rencana stategis dalam pembangunan jalan tol. Kementerian itu telah merampungkan jalan tol sepanjang 1.461 kilometer dari target sepanjang 1.000 kilometer.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jalan tol Aptrindo
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top