Angkutan Batu Bara, PLN Resmi Operasikan KM Malahayati Baruna Berkapasitas 56.000 DWT

KM Malahayati Baruna menambah jumlah kapal milik PT Pelayaran Bahtera Adhiguna (Bag) yang merupakan salah satu dari sebelas anak perusahaan PT PLN (Persero). PLN mengakuisisi PT BAg sejak 2011. 
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 02 Oktober 2019  |  13:27 WIB
Angkutan Batu Bara, PLN Resmi Operasikan KM Malahayati Baruna Berkapasitas 56.000 DWT
Jajaran direksi PT PLN berforo di depan kapalKM Malahayati Baruna setelah meresmikan pengoperasiannya - Bisnis/Ni Putu Eka Wiratmini

Bisnis.com, BANTEN -- PT PLN (Persero) meresmikan satu kapal angkutan batu bara jenis supramax dengan nama KM Malahayati Baruna.

KM Malahayati Baruna menambah jumlah kapal milik PT Pelayaran Bahtera Adhiguna (Bag) yang merupakan salah satu dari sebelas anak perusahaan PT PLN (Persero). PLN mengakuisisi PT BAg sejak 2011. 

KM Malahayati Baruna merupakan kapal ke-10 PT BAg dengan kapasitas angkutan 56.000 deadweight tonnage (DWT) yang akan dioperasikan langsung, khusus memenuhi kebutuhan angkutan batu bara di seluruh PLTU Sumatra. Tahun ini perkiraan jumlah tonase angkutan akan mencapai lebih dari 1 juta metric ton.

Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani mengharapkan nantinya kapal tersebut dapat mengangkut batu bara tidak hanya ke PLTU yang berlokasi di Sumatra tetapi juga daerah lain di Indonesia.

PT BAg merupakan satu-satunya anak perusahaan yang didirikan untuk pengamanan kebutuhan sarana pengangkutan bahan baku energi primer yang diperlukan PLN dalam menyediakan tenaga listrik bagi kepentingan umum.

"Luar biasa kapal ini, mother vessel, kapal besar seperti tasnya doraemon, bisa muat apa saja," kata Sripeni saat meresmikan pengoperasian KM Malahayati Baruna, Rabu (2/10/2019).

Plt. Direktur Utama PT BAg Ruly Firmansyah mengatakan hingga saat ini perseroan terus berkomitmen penuh dalam usaha jasa transportasi laut batu bara dan gas untuk mengamankan pasokan batu bara bagi pembangkit milik PT PLN (Persero).

Terkait nama kapal baru tersebut, PT BAg memang selalu menamakan armada kapal miliknya dengan nama Pahlawan Wanita Indonesia. Malahayati merupakan nama Pahlawan Wanita Aceh, nama itu digunakan sejalan dengan harapan manajemen untuk tetap tangguh dalam memberikan layanan paripurna.

Saat ini, PT BAg telah memiliki kapal jenis Panamax, Supramax, dan Handymax dengan jumlah 60 kapal angkut dengan kemampuan total tonase tahun ini sebesar 22 juta metric ton. Armada tersebut akan melayani 50 rute angkutan dari pelabuhan muat ke PLTU di seluruh Nusantara dan akan semakin bertambah seiring pembangunan peningkatan listrik Indonesia.

PT BAg juga memiliki Tug Set serta jaringan mitra kerja sama operasi (KSO) yang luas. 

"Tahun 2019 merupakan titik awal perusahaan bertransformasi menjadi perusahaan yang tidak hanya melayani kebutuhan transportasi batubara saja namun menjadi perusahaan Integrated Service for Securing Supply Sustainability yang diutamakan menunjang operasional pembangkitan tenaga listrik," kata Ruly. 

PT BAg juga melakukan pengembangan bisnis yang sedang digarap di antaranya layanan Waterway, Dredging solusi layanan untuk pemeliharaan alur dermaga, Layanan Backhaul Cargo sebagai optimasiliasi kapasitas muatan perjalanan balik dengan target barang angkutan MTU (material transmisi utama) dan MDU (material distribusi utama) serta layanan Jetty Management.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
PLN, batu bara

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top