Target Membangun Jalan Tol 1 Kilometer Per Hari, Bagaimana Hasilnya?

Menjelang 3 bulan berakhirnya 2019, beberapa jalan tol baru siap dioperasikan.
Krizia P. Kinati & Rivki Maulana
Krizia P. Kinati & Rivki Maulana - Bisnis.com 23 September 2019  |  07:19 WIB
Target Membangun Jalan Tol 1 Kilometer Per Hari, Bagaimana Hasilnya?
Ruas jalan tol KayuagungPalembang yang merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS). Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat mengemukakan bahwa target pembangunan jalan tol baru sepanjang 1.000 kilometer dalam waktu 5 tahun bakal tercapai.

Akan tetapi, beberapa ruas mengalami pemunduran jadwal sehingga baru bisa diselesaikan pada 2020.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa target pembangunan jalan tol baru sepanjang 1.000 kilometer merupakan bagian dari rencana strategis 2015—2019.

Penambahan jalan tol baru membuat panjang jalan bebas hambatan yang beroperasi juga kian bertambah. Hingga akhir 2019, target jalan tol yang dioperasikan secara kumulatif diharapkan mencapai 1.852 kilometer atau jika dibagi rata-rata per hari setidaknya 1 kilometer jalan tol terbangun.

"Target kami 1.000 kilometer itu sudah [sesuai target]. Perhitungan kami 1.852 kilometer mudah-mudahan bisa tercapai. Kami akan lihat lagi nanti akhir tahun berapa pencapaiannya," jelas Basuki, Jumat (20/9/2019).

Dia menerangkan bahwa dalam 3 bulan di sisa tahun 2019, beberapa jalan tol baru siap dioperasikan.

Dia menyebutkan bahwa jalan tol Kunciran—Serpong (11,14 kilometer) bakal beroperasi pada Oktober 2019. Begitupun dengan jalan tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung atau Terpeka (185 kilometer) dijadwalkan beroperasi di bulan yang sama.

Kendati demikian, sejumlah ruas juga mengalami pemunduran jadwal, antara lain jalan tol Cengkareng—Kunciran (14,20 kilometer) dan jalan tol Cileunyi—Sumedang—Dawuan (61 kilometer). Jadwal pengoperasian molor karena persoalan lahan belum tuntas.

Di ruas Cengkareng—Kunciran, misalnya, masalah administrasi lahan masih mengganjal.

Basuki menyebutkan bahwa persoalan tersebut bisa tuntas pada pekan ini. "Ada perubahan alokasi anggara setelah disetujui KPPIP [Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas] dan LMAN [Lembaga Manajeme Aset Negara], investor menalangi lebih dahulu segera akan dibayarkan dan akan segera konstruksi."

Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, ada 20 ruas jalan tol baru sepanjang 1.222 kilometer yang beroperasi sejak era pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla dimulai pada Oktober 2015.

Kemudian, 11 ruas dan seksi lanjutan sepanjang 533,80 kilometer juga dijadwalkan beroperasi hingga akhir 2019.

Jalan tol yang selesai dibangun di periode tersebut tidak seluruhnya memulai pembangunan selepas Oktober 2015. Beberapa jalan tol yang selesai di periode itu sudah memulai pembangunan sebelum Oktober 2015, misalnya, jalan tol Akses Tanjung Priok dibangun sejak 2009.

Ada juga jalan tol yang sebagian beroperasi sebelum 2015 dan baru beroperasi secara keseluruhan selepas 2015 seperti jalan tol Surabaya—Mojokerto.

Selain di Jawa, pembangunan jalan tol di Sumatra juga terbilang pesat. Koridor Bakauheni—Palembang bakal terhubung jalan tol setelah pengoperasian jalan tol Terpeka dan Kayu Agung—Palembang seksi 1 (33,50 kilometer). Kedua ruas itu menyusul pengoperasian jalan tol Bakauheni—Terbanggi Besar.

Selain itu, jalan tol Pekanbaru—Dumai yang dijadwalkan beroperasi akhir 2019 juga memiliki panjang 131 kilometer.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jalan tol, tol trans sumatra, Jalan Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (Terpeka)

Editor : Zufrizal

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top