Belum Ada Kota yang Sepenuhnya Menjalankan Konsep Kota Pintar, Kenapa?

Pengembangan konsep kota pintar tidak hanya sekadar mengutamakan penerapan teknologi canggih.
Fitri Sartina Dewi
Fitri Sartina Dewi - Bisnis.com 13 September 2019  |  11:19 WIB
Belum Ada Kota yang Sepenuhnya Menjalankan Konsep Kota Pintar, Kenapa?
Summarecon Bandung. - summareconbandung

Bisnis.com, JAKARTA — Pesatnya kemajuan teknologi mendorong minat beberapa pengembang untuk mengadopsi konsep kota pintar atau smart city. Namun, konsep tersebut ternyata tidak bisa dilakukan asal-asalan karena ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi dan biaya investasi yang besar.

Vice President Coldwell Banker Dani Indra Bhatara mengatakan bahwa konsep kota pintar memang tengah berkembang seiring dengan kemajuan teknologi informasi.

Dia menuturkan bahwa istilah kota pintar juga banyak digunakan oleh sebuah kota yang sudah ada, tetapi ditingkatkan pengelolaan hingga pelayanannya dengan memanfaatkan teknologi. Namun, hingga saat ini, dia menilai belum ada kota yang sepenuhnya menjalankan konsep kota pintar.

Menurutnya, pengembangan konsep kota pintar tidak hanya sekedar mengutamakan penerapan teknologi canggih. Indikator keberhasilannya mencakup perubahan gaya hidup atau perilaku masyarakat, serta sistem pelayanan dan pengelolaan menjadi lebih efisien.

Untuk para pengembang, Dani mengungkapkan bahwa ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi untuk mengadopsi konsep kota pintar. Salah satu kriterianya adalah proyek pengembangan yang dilakukan harus berskala besar atau skala kota.

“Selain itu pengelolaan kota tersebut dijalankan sendiri oleh pengembang tersebut, dan pengembang harus menyiapkan investasi yang tidak sedikit,” ujarnya kepada Bisnis, Rabu (12/9/2019).

Dani mengungkapkan bahwa beberapa pengembang yang mulai mengadopsi kota pintar antara lain Sinar Mas Land melalui BSD City dan Summarecon Bandung. Meskipun demikian, kedua penembang itu dianggap masih belum sepenuhnya menerapkan konsep kota pintar.

“Summarecon Bandung, misalnya, masih berbentuk konsep, di mana mereka hendak mengembangkan kawasan teknopolis dalam salah satu kawasannya,” ujarnya.

Dani mengungkapkan bahwa hal lain yang perlu diperhatikan pengembang sebelum mengadopsi konsep kota pintar ialah ketersediaan energi untuk menopang segala aktivitas jika sewaktu-waktu terjadi pemadaman listrik.

Hal tersebut dianggap penting karena seluruh sistem yang memanfaatkan teknologi digital akan sangat bergantung pad ketersediaan listrik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
smart city, bsd city, summarecon agung, coldwell banker commercial

Editor : Zufrizal

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top