PNBP dari Dividen BUMN Naik Rp1 Triliun

Nominal tersebut lebih rendah dibandingkan dengan outlook APBN 2019 yang memproyeksikan penerimaan PNBP dari laba BUMN mencapai Rp49,61 triliun.
Muhamad Wildan
Muhamad Wildan - Bisnis.com 04 September 2019  |  14:15 WIB

Bisnis.com, JAKARTA–Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Kekayaan Negara Dipisahkan (KND) dari laba BUMN disepakati mencapai Rp49 triliun, meningkat dari yang diajukan dalam Nota Keuangan RAPBN 2020 yang mencapai Rp48 triliun.

Nominal tersebut lebih rendah dibandingkan dengan outlook APBN 2019 yang memproyeksikan penerimaan PNBP dari laba BUMN mencapai Rp49,61 triliun.

Pemerintah berargumen bahwa hal ini disebabkan oleh turunnya harga komoditas yang mempengaruhi kinerja BUMN pertambangan serta adanya kebutuhan investasi untuk mendorong industri 4.0.

Deputi Bidang Infrastruktur Bisnis Kementerian BUMN Hambra Samal mengatakan pihaknya bakal mengupayakan penyetoran dividen sesuai dengan yang dianggarkan.

Dividen yang disumbangkan juga akan disesuaikan dengan performa dari masing-masing perusahaan.

"Kalau saja kita rencanakan tinggi untungnya, di akhir tahun bisa berubah. Yang tadi kita target kecil bisa besar begitu juga sebaliknya. Di akhir tahun kita rekonsiliasi seperti itu," ujar Hambra, Rabu (4/9/2019).

Meski cenderung turun, PNBP dari laba BUMN biasanya cenderung meningkat dari tahun ke tahun. PNBP dividen BUMN meningkat dari Rp37,13 triliun pada 2016 menjadi Rp45,06 triliun pada 2018.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Suahasil Nazara mengatakan dalam 5 tahun terakhir, rata-rata kontribusi PNBP KND selain surplus Bank Indonesia pada 2019 tumbuh 13,36%.

Selain menyetorkan dividen, BUMN juga menyumbangkan pajak kepada negara sebesar Rp212 triliun pada 2018 dan capital expenditure (capex) untuk 2018 telah mencapai Rp487 triliun.

Sumbangsih pajak dari BUMN sejak 2015 hingga 2018 telah tumbuh secara rata-rata sebesar 8,71%.

Dari 114 BUMN yang ada pada 2018, penyumbang BUMN penyumbang PNBP terbanyak antara lain Telkom, Pertamina, Bank BRI, Bank Mandiri, Bank BNI, Inalum, Jasa Raharja, Pegadaian, Pupuk Indonesia, dan Pelindo II.

10 BUMN tersebut menyumbang 85,98% dari PNBP KND dari laba BUMN.

Untuk tahun 2019, PNBP KND sendiri telah mencapai Rp69,87 triliun dengan sumbangsih surplus BI sebesar Rp30,09 triliun.

Terkait dengan PNBP yang bersumber dari surplus BI pada 2020, Direktur Kekayaan Negara Dipisahkan (KND) Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan Meirijal Nur mengatakan surplus BI tidak dian

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pnbp, dividen bumn

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top