PT Berdikari Mulai Lakukan Penetrasi Pasar Produk Olahan Peternakan

Direktur Utama PT Berdikari (Persero) Eko Taufik Wibowo mengatakan pihaknya masih berada dalam tahap awal dalam penetrasi produk olahan peternakan.  Sejauh ini, PT Berdikari masih memetakan segmentasi pasar untuk produk-produk yang dihasilkan perseroan.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 15 Agustus 2019  |  18:41 WIB
PT Berdikari Mulai Lakukan Penetrasi Pasar Produk Olahan Peternakan
Pedagang memotong daging ayam di lapaknya di Pasar Kosambi Bandung, Jawa Barat, Selasa (16/1). - JIBI/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA Direktur Utama PT Berdikari (Persero) Eko Taufik Wibowo mengatakan pihaknya masih berada dalam tahap awal dalam penetrasi produk olahan peternakan.  Sejauh ini, PT Berdikari masih memetakan segmentasi pasar untuk produk-produk yang dihasilkan perseroan.

"Produk olahan kami secara pelan sudah mulai penetrasi, kami mulai cek segmentasi pasar. Kan produknya tidak semua premium, ada yang menengah dan menengah ke bawah. Untuk sosis kami, sudah mulai masuki segmen pasar menengah ke bawah," kata Eko di Jakarta, Kamis (15/8/2019).

Menanggapi potensi masuknya daging ayam asal Brasil yang diperkirakan bakal menjadi disrupsi dalam pasar dalam negeri, Eko mengungkapkan perseroan masih melihat perkembangan situasi. Namun ia tak memungkiri jika kehadiran daging ayam asal Brasil bisa menjadi peringatan kendati tak bakal terjadi dalam waktu dekat.

"Namun dari informasi yang saya peroleh belum tentu dalam waktu dekat karena harus dicek dari segi kesehatan, penyakit, dan kehalalannya. Jadi, misal masuk ke Indonesia dengan harga yang sama pun saya rasa masyarakat kita tidak terlalu cepat beralih ke produk luar," papar Eko.

Seperti diketahui, kemenangan Brasil dalam gugatan importasi daging ayam yang ditujukan ke Indonesia di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) mau tak mau membuat pasar dalam negeri harus membuka pintu untuk produk unggas dari negara tersebut.

Terkait hal tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengaku tak khawatir. Ia menilai produksi dalam negeri bisa bersaing karena bisa menembus pasar Jepang yang diketahui diisi pula dengan pemain lain.

"Buktinya kita sudah tembus di Jepang. Intinya kita bisa bersaing. Produk ayam tembus ke Jepang itu tidak mudah dan kita sudah tembus," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
peternakan, berdikari

Editor : Lucky Leonard

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top