Bangun Rumah Masyarakat Berpenghasilan Rendah, Ini 3 Tantangan Pemerintah

Pemerintah Indonesia harus memikirkan bagaimana cara membangun rumah bagi MBR yang bisa memberi kemudahan dari segi waktu dan jarak dengan menempatkannya tak jauh dari pusat kota atau keramaian.
Putri Salsabila
Putri Salsabila - Bisnis.com 14 Agustus 2019  |  17:53 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Senior Urban Economist and Coordinator of The World Bank Indonesia Urban Program Marcus Lee mengatakan bahwa salah satu tantangan bagi Indonesia saat ini adalah bertambahnya jumlah penduduk dan permukiman di sejumlah tempat, khususnya di tataran perkotaan.

Dia menyebutkan bahwa solusi berupa perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) bersubsidi, yang kebanyakan masih dibangun jauh dari pusat keramaian dan perekonomian yang ada, membuat program tersebut kurang berjalan dengan optimal.

"Hal itulah yang membuat pertimbangan mereka untuk membeli rumah-rumah dengan harga terjangkau itu masih belum maksimal mengingat hal-hal seperti waktu dan jarak tempuh harus dipertaruhkan dengan jauhnya lokasi rumah dari tempat kerja mereka," ujar Marcus pada acara Workshop Public Private Partnership (PPP) for Affordable Housing di Kantor Kementerian PUPR, Rabu (14/8/2019).

Marcus menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia harus memikirkan bagaimana cara membangun rumah bagi MBR yang bisa memberi kemudahan dari segi waktu dan jarak dengan menempatkannya tak jauh dari pusat kota atau keramaian sehingga skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) diharapkan bisa menjadi solusi guna mewujudkan mandat bagi Kementerian PUPR tersebut.

"KPBU hanya salah satu cara dan diharapkan bisa jadi alat yang potensial dalam menyelesaikan masalah tersebut," tuturnya.

Marcus membeberkan sejumlah tantangan, yang harus dihadapi pemerintah Indonesia guna merealisasikan hal tersebut.

Tantangan pertama, menurutnya, yakni masalah akses terhadap lahan, untuk memastikan bagaimana agar lahan-lahan yang berada di perkotaan tersebut bisa digunakan untuk program penyediaan perumahan.

Tantangan kedua, adalah kebutuhan akan tersedianya iklim kebijakan yang kondusif, yang bisa membantu upaya pengimplementasian masalah penyediaan perumahan bagi MBR tersebut.

"Yang ketiga, adalah government framework dan tata kelola, bukan hanya dari sektor public, melainkan juga sektor swasta karena pandangan dari sektor swasta ini memang pasti berbeda, tapi kita harus merangkulnya agar bisa menemukan solusi yang baik," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank dunia, mbr, rumah bersubsidi

Editor : Zufrizal

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top