Ini Pesan Kepala BPJT kepada Pemenang Lelang Tol Semarang—Demak

PT PP menjadi kontraktor pelaksana pada proyek jalan tol lingkar luar Bogor alias Bogor Outer Ring Road (BORR) seksi 3A yang mengalami kecelakaan konstruksi baru baru ini.
Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 19 Juli 2019  |  12:49 WIB
Ini Pesan Kepala BPJT kepada Pemenang Lelang Tol Semarang—Demak
Ilustrasi: Pekerja beraktivitas di proyek pembangunan jembatan Kali Kuto di ruas jalan tol Semarang-Batang, Sambungsari, Weleri, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Rabu (7/11/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

 

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengingatkan agar konsorsium pemenang lelang jalan tol Semarang—Demak untuk mengerjakan proyek dengan mengutamakan aspek keselamatan.

Pembangunan jalan tol Semarang—Demak ini dilakukan oleh tiga perusahaan dalam satu konsorsium. Ketiga perusahaan tersebut adalah PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk., PT Wijaya Karya (Persero) Tbk., dan PT Misi Mulia Metrica.

Sebelumnya, PT PP menjadi kontraktor pelaksana pada proyek jalan tol lingkar luar Bogor alias Bogor Outer Ring Road (BORR) seksi 3A yang mengalami kecelakaan konstruksi baru baru ini.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit mengatakan bahwa faktor keselamatan harus menjadi prioritas dalam pembangunan jalan tol termasuk tanggul rob.

“K3 [kesehatan dan keselamatan kerja. Keselamatan konstruksi! Saya mohon ini jadi perhatian penting, apalagi tanggulnya cukup tinggi,” ujar Danang pada saat penyerahan surat penetapan pemenang lelang tol Semarang—Demak kepada Direktur Perencanaan & Pengembangan PT PP Tbk. M. Aprindy yang mewakili konsorsium, Jumat (19/7/2019).

Danang menambahkan bahwa kondisi tanah yang ada di sana cukup lunak karena letaknya yang berada dekat area laut sehingga diperlukan penanganan khusus agar proses pembangunannya bisa berjalan aman dan lancar

Dalam pembangunan jalan tol ini, nantinya melibatkan tenaga lokal meskipun memang dalam penggarapannya ketiga kontraktor yang tergabung dalam konsorsium inilah yang akan memimpin proyek.

“Meski ini sepenuhnya diserahkan pada tiga kontraktor, tapi kami mau melibatkan tenaga konstruksi Indonesia untuk bisa men-support kegiatan ini,” jelas Danang.

Pembangunan jalan tol ini menelan investasi sekitar Rp15,30 triliun dan ditargetkan berlangsung selama 2 tahun. Lahan yang dibutuhkan seluas 1.887.000 meter persegi. Lahan dibagi menjadi dua seksi, yatu seksi pertama Kota Semarang dan seksi kedua Kabupaten Demak.

Secara teknis, jalan tol Semarang—Demak direncanakan memiliki empat simpang susun yaitu Kaligawe, Terboyo, Sayung, dan Demak.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jalan tol, bpjt, ptpp, tol semarang-demak

Editor : Zufrizal

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top