Pengelolaan Blok Masela : Inpex Harapkan Konsistensi Rezim Fiskal Indonesia

Konsistensi rezim fiskal pemerintah akan membantu proyek gas alam cair atau LNG Lapangan Abadi agar dapat kompetitif dalam pasar global.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 16 Juli 2019  |  18:32 WIB
Pengelolaan Blok Masela : Inpex Harapkan Konsistensi Rezim Fiskal Indonesia
Menteri ESDM Ignasius Jonan (tengah) didampingi Kepala SKK Migas Dwi Sutjipto (kiri) dan CEO Inpex Takayuki Ueda (kanan) memberikan salam usai memberikan keterangan terkait pengelolaan Blok Masela di Jakarta, Selasa (16/7/2019). Pemerintah dan Inpex telah menemui kata sepakat dalam mengelola Blok Masela. - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA—Konsistensi rezim fiskal pemerintah akan membantu proyek gas alam cair atau LNG Lapangan Abadi agar dapat kompetitif dalam pasar global.

Presiden dan CEO Inpex Corporation Takayuki Ueda mengatakan pengembangan Blok Masela merupakan proyek jangka panjang lebih dari 40 tahun ke depan yang memerlukan dukungan kebijakan pemerintah. Menurutnya, setelah proyek dimulai, kebijakan yang berubah-ubah akan memberi dampak negatif kepada investor.

“Ibaratnya, jangan ubah target setelah kami memulai karena akan berisiko bagi kami. Jika nanti perubahan kebijakan fiskal, sulit bagi kami untuk mengontrolnya,” tuturnya dalam konferensi pers Pengesahan POD Proyek LNG Abadi, Selasa (16/7/2019).

Setelah pengesahan revisi rencana pengembangan (plan of development/POD) proyek tersebut yang disaksikan langsung oleh Presiden Joko Widodo kepada Inpex, pihaknya akan fokus untuk mengerjakan desain rinci (front end engineering design/FEED) dan keputusan akhir investasi (final investment decision/FID).

Pengelolaan Blok Masela, lanjut Takayuki, menambah portofolio proyek LNG yang dikerjakan Inpex. Saat ini, Inpex bersama Shell, juga mengelola Proyek LNG Ichthys di  Australia.

Dia mengatakan tidak ada perbedaan pengelolaan antara proyek Ichthys dan Lapangan Abadi, khususnya tentang keberadaan fasilitas produksi dan bongkar muat terapung (floating production storage offloading/FPSO) serta kilang LNG. Khusus untuk Masela, dia menyatakan pihaknya akan berupaya keras untuk mengubah proyek dari offshore menjadi onshore.

“Kami bisa mentransfer teknologi yang ada di Ichthys untuk diterapkan di Blok Masela. Dampak Proyek LNG Lapangan Abadi bagi Inpex sangat besar karena proyek ini merupakan salah satu yang terbesar di dunia dan menjadi fondasi yang bagus untuk kami,” tambahnya.

Dia menilai Jokowi senang melihat selesainya POD Proyek LNG Abadi. Menurutnya, wujud kebahagiaan Jokowi tampak dari senyuman dan apresiasi yang diberikan.

"Presiden Jokowi tampak sangat bahagia karena Inpex membantu mendorong geliat industri. Dia pun meminta kami untuk memberikan perhatian dalam pengembangan sumber daya manusia," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jokowi, migas, inpex, blok masela

Editor : Lucky Leonard

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top