Sharp Kejar Pertumbuhan Ekspor 20 Persen Mulai 2020

PT Sharp Electronics Indonesia atau Sharp mengejar pertumbuhan ekspor sebesar 20% di 2020 dengan penambahan lini produksi mesin cuci satu tabung.
Choirul Anam
Choirul Anam - Bisnis.com 16 Juli 2019  |  20:15 WIB
Sharp Kejar Pertumbuhan Ekspor 20 Persen Mulai 2020
Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto (kiri) pada pada seremoni penambahan lini produksi di pabrik mesin cuci Sharp Indonesia, Karawang International Industrial City (KIIC), Selasa (16/7/ 2019) - Istimewa

Bisnis.com, MALANG-- PT Sharp Electronics Indonesia atau Sharp mengejar pertumbuhan ekspor sebesar 20% di 2020 dengan a.l penambahan lini produksi mesin cuci satu tabung.

CEO PT Sharp Electronics Indonesia, Tadashi Ohyama, mengatakan penambahan lini produksi merupakan salah satu bentuk dukungan perusahaan terhadap anjuran pemerintah dalam memacu pertumbuhan ekspor,

“Mesin cuci Sharp Indonesia merupakan salah satu kategori produk unggulan kami. Meski banyak fitur dan desain yang dibuat khusus untuk pasar tanah air, ternyata banyak mesin cuci kami yang diminati oleh negara tetangga dengan karakteristik konsumen serupa, seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darusalam, Timur Tengah dan banyak negara lainnya,” katanya dalam keterangan resminya, Selasa (16/7/2019).

Pernyataan itu disampaikan pada seremoni penambahan lini produksi di pabrik mesin cuci Sharp Indonesia, Karawang International Industrial City (KIIC), Selasa (16/7/ 2019).

Hadirnya lini produksi terbaru,kata dia, diharapkan mampu menambah diversifikasi produk lokal Sharp untuk mengisi pasar global tersebut. Dengan mesin yang memadai dan tenaga kerja yang mumpuni, semoga kami bisa membuktikan kesiapan baik produk-produk lokal maupun SDM Indonesia untuk bersaingdi kancah internasional.

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, mengapresiasi langkah Sharp tersebur. “Kami mengucapkan terimakasih atas penambahan lini produksi mesin cuci top loading oleh PT Sharp Electronics Indonesia. Ini merupakan bentuk dukungan perusahaan terhadap program peningkatan penggunaan produk dalam negeri serta memperkuat daya saing produk lokal di pasar ekspor,” ujarnya.

Pabrik mesin cuci Sharp Indonesia pertama kali beroperasi pada tahun 2008 di Pulogadung dengan luas pabrik 4.537 m². Berhasil memenuhi kebutuhan pasar dengan jumlah produksi yang memuaskan, pabrik mesin cuci dipindahkan ke KIICdi 2013 dengan luas mencapai 11.400 m² dengan pencapaian produksi mesin cuci tipe dua tabung meningkat pesat hingga sebesar 1,2 juta unit/tahun.

Pencapaian  tersebut menjadi pemicu Sharp Indonesia untuk menambah lini produksi mesin cuci satu tabung/full auto. Adapun mesin cuci satu tabung yang diproduksi Sharp Indonesia di pabrik Karawang terdiri atas 14 model dengan kapasitas cuci 8 kg hingga 12 kg, termasuk mesin cuci megamouth gold series yang dibalut dengan warna emas dan diproduksi terbatas hanya 2.000 unit saja.

Mesin cuci gold series merupakan mesin cuci eksklusif yang diluncurkan dalam rangka merayakan 50 tahun kiprah Sharp Indonesia di nusantara.

Selain diproduksi dalam negeri, mesin cuci satu tabung/full autojuga kental dengan benaman fitur lokal yang relevan dengan kondisi Indonesia. Misalnya, mampu menghemat air lebih besar hingga 50%, mampu bekerja dalam kondisi tekanan air yang rendah, hingga mengantisipasi tegangan listrik yang tidak stabil.

Selain itu, seluruh mesin cuci satu tabung/full auto juga semakin terjamin dengan adanya ‘Japan 7 Shield’ yang diklaim membuat produk-produk Sharp lebih tahan dan awet dari berbagai gangguan.

Kemunculan mesin cuci satu tabung/full auto membawa harapan baru bagi bisnis Sharp Indonesia sendiri. Di samping menargetkan kapasitas produksi mesin cuci yang lebih banyak yaitu naik10 – 15% dari kapasitas produksi semula, Sharp Indonesia juga mematok adanya kenaikan angka ekspor hingga market share.

“Dengan memproduksi mesin cuci satu tabung/full auto sendiri, kami yakin dapat memanfaatkan kemudahan-kemudahan ini, baik dari sisi pengembangan dan perencanaan produk, sampai menggenjot penjualan ekspor tumbuh hingga 20% di 2020 untuk seluruh kategori produk. Kami juga optimis hasil ekspor dapat berimbas positif pada  market share kami keseluruhan,” kata National Sales Senior General Manager PT Sharp Electronics Indonesia. Andry Adi Utomo.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sharp, elektronik

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top