Bisnis Indonesia Award 2019, PWON Paling Perkasa di Sektor Properti & Real Estate

PT Pakuwon Jati Tbk menjadi yang paling perkasa di sektor properti & real estate dalam ajang penghargaan Bisnis Indonesia Award 2019.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 12 Juli 2019  |  21:49 WIB
Bisnis Indonesia Award 2019, PWON Paling Perkasa di Sektor Properti & Real Estate
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - PT Pakuwon Jati Tbk menjadi yang paling perkasa di sektor properti & real estate dalam ajang penghargaan Bisnis Indonesia Award 2019.

Emiten berkode saham PWON tersebut berhasil menyabet penghargaan di tengah tingginya kebutuhan tempat tinggal baik rumah maupun apartemen yang menjadi salah satu katalisator kinerja emiten.

Sebanyak 53 dari total 72 emiten sektor ini yang telah melakukan publikasi laporan keuangan hingga 31 Maret 2019 dan memiliki opini WTP.

Adapun yang terpilih menjadi nominator Bisnis Indonesia Award adalah PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk, PT Duta Pertiwi Tbk, PT Jaya Real Property Tbk, PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk, PT Pakuwon Jati Tbk, PT PP Properti Tbk, PT Wijaya Karya Tbk.

Di antara nama-nama raksasa itu, PWON berhasil menjadi pemenang.

Sebagai informasi, komposisi pendapatan PWON sebanyak 52 persen  berasal dari pendapatan berulang yakni rental peritel mal, dan hotel. Lalu sisanya sebanyak 48 persen dari development revenue. Saat ini okupansi rental mal perseroan sudah mencapai 90 persen.

PWON juga menetapkan biaya rental yang tak berubah selama lima tahun. Setelah itu, perseroan akan menaikkan biaya rental sekitar 3 persen - 6 persen dan biaya servis yang naik 5 persen -10 persen.

Tahun lalu PWON membukukan pendapatan senilai Rp7,08 triliun, atau naik 23,2 persen dari 2017 senilai Rp5,74 triliun. Pendapatan PWON pada 2018 terdiri dari recurring income dan development revenue masing-masing senilai Rp3,46 triliun dan Rp3,61 triliun, masing-masing tumbuh 16,1 persen dan 30,8 persen year on year.

Untuk tahun ini, PWON mengincar target marketing sales senilai Rp2,2 triliun, atau masih sama dengan tahun lalu. Adapun komposisi terdiri dari 52 persen recuring income dan 48 persen development revenue.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pakuwon jati, Bisnis Indonesia Award

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top