Banyak Masyarakat Beli Tiket Bus Secara Manual, Ini Langkah Yang Dilakukan Traveloka

Untuk mencegah terjadinya antrean panjang akibat pembelian tiket bus secara manual pada arus mudik lebaran tahun ini, Traveloka melakukan sosialisasi pembelian tiket bus secara online.
Fitri Sartina Dewi
Fitri Sartina Dewi - Bisnis.com 04 Juni 2019  |  16:03 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Untuk mencegah terjadinya antrean panjang akibat pembelian tiket bus secara manual pada arus mudik lebaran tahun ini, Traveloka melakukan sosialisasi pembelian tiket bus secara online.

Sosialisasi pembelian secara online dilakukan sebagai tindak lanjut atas temuan kondisi di lapangan yang menunjukkan masih banyak masyarakat yang harus antre panjang untuk melakukan pembelian tiket secara manual.

Antrean panjang terlihat pada saat kunjungan yang dilakukan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi untuk mengecek kondisi arus mudik di Terminal Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Budi menilai bahwa sistem ticketing masih perlu diperbaiki, karena seharusnya sudah ada satu proses yang mengarahkan para penumpang untuk memanfaatkan saluran online.

Menurut Budi, banyaknya masyarakat yang masih memilih untuk membeli secara manual menunjukkan bahwa masih banyak kalangan yang belum paham tentang pembelian tiket secara online.

Oleh sebab itu, dibutuhkan edukasi dan sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat.

Sehubungan dengan hal tersebut, Traveloka terus berupaya memberikan dukungan terhadap digitalisasi industri bus. Hal itu juga sejalan dengan misi pemerintah dalam hal akselerasi pertumbuhan transportasi di era digital, yang menyediakan kemudahan akses pembelian tiket transportasi, termasuk tiket bus.

Dalam siaran pers yang dirilis Traveloka, Selasa (4/6/2019) Caesar Indra, Chief Executive Officer (CEO) Transport Traveloka menyatakan pihaknya ingin mengedukasi masyarakat untuk dengan mudah melakukan pembelian tiket bus secara online.

Saat ini Traveloka telah bekerja sama dengan lebih dari 110 perusahaan otobus di Indonesia diantaranya Sinar Jaya, Damri, Pahala Kencana, Lorena, Kramat Djati, Gunung Harta, dan Sempati Star.

“Peningkatan pelayanan kepada pengguna juga senantiasa dilakukan oleh Traveloka,” ujarnya.

Upaya peningkatan layanan yang dimaksud adalah program Jaminan Tiket Resmi yang menjamin 100% uang kembali jika tiket yang telah dibeli mengalami kendala saat keberangkatan.

Selanjutnya, layanan customer service yang beroperasi selama 24 jam dan 7 hari, yang siap menangani masalah atau menjawab pertanyaan dari pengguna & mitra.

Dalam rangka mendukung digitalisasi industri bus di Indonesia, Traveloka juga menyediakan solusi bagi operator bus & travel berupa sistem online terintegrasi bernama TRIP (Transport Integrated Platform).

TRIP mempermudah operator untuk mengatur inventori, meningkatkan efisiensi penjualan tiket, dan mendukung aktivitas operasional sehari-hari, tanpa operator perlu mengeluarkan biaya untuk investasi IT.

“Traveloka memahami bahwa perubahan dari cara offline ke sistem online berarti sistem harus dapat diakses kapanpun & dapat diandalkan,” ucapnya.

Sebagai perusahaan teknologi terkemuka, imbuhnya, solusi yang ditawarkan Traveloka (TRIP) memiliki kinerja yang sangat dapat diandalkan dengan ketersediaan layanan tinggi tanpa gangguan sebesar 99.99% dari total waktu operasional.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tiket busway

Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top