Kawasan Komersial Harvest City Terus Dikembangkan

Harvest City sudah memiliki berbagai fasilitas seperti kawasan pertokoan, Restoran Saung Apung, Harvest Box, Hobbit Hill, sekolah, pasar, Harvest Walk, Water Joy, pusat kebugaran, dan shuttle bus.
Putri Salsabila
Putri Salsabila - Bisnis.com 21 Mei 2019  |  14:10 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- Gencarnya pembangunan infrastruktur di Transyogi akan memberi dampak positif terhadap perkembangan bisnis properti di kawasan tersebut.

Piter Simpony Deputy CEO Harvest City mengatakan perkembangan bisnis properti di beberapa kawasan di Jabodetabek sudah mengalami kejenuhan. Karena itu, pembeli terutama investor akan mencari kawasan-kawasan “muda” yang sedang bertumbuh pesat.

“Nah, koridor Transyogi inilah tepat bagi investor yang ingin mendapatkan margin tinggi. Karena meski semakin padat, jalur Cibubur – Jonggol ini terus  dilirik oleh banyak pengembang, karena permintaannya terus meningkat. Hal ini sangat dirasakan oleh proyek kami Harvest City,” ujarnya belum lama ini.

Piter menjelaskan, Transyogi memiliki potensi perkembangan properti residensial, serta komersial, khususnya toko swalayan dan makanan cepat saji yang terus tumbuh di jalur Transyogi. Hal ini tak terlepas dari pertumbuhan penghuni di perumahan-perumahan di wilayah tersebut.

“Sekarang ini para pengusaha ritel juga melihat Harvest City memiliki potensi cukup besar. Terbukti dengan masuk PT. Fast Food Indonesia yang membuka gerai Kentucky Fried Chicken (KFC) stan alone dan Narma Toserba yang akan buka 25 Mei 2019 di Harvest City. Di samping beberapa pengusaha ritel dan F & B juga sedang melirik lokasi di Harvest City sebagai outlet baru mereka,” tuturnya.

Piter optimistis dalam 3 – 5 tahun ke depan perumahan skala kota ini akan berkembang cepat, karena beberapa keunggulannya. Pertama, Harvest City satu-satunya perumahan yang memiliki land bank terbesar di koridor Transyogi, yaitu seluas 1.350 hektar.

Kedua, master plan didesain berskala kota, ketiga, produknya mencakup semua segmen yang menyediakan rumah dari harga Rp200 jutaan hingga Rp1 miliar. Dan keempat, fasilitas yang terus bertumbuh yang menjadi trigger kenaikan nilai investasi.

Harvest City sudah memiliki berbagai fasilitas seperti kawasan pertokoan, Restoran Saung Apung, Harvest Box, Hobbit Hill, sekolah, pasar, Harvest Walk, Water Joy, pusat kebugaran, dan shuttle bus jurusan Blok M via komdak dan Mangga Dua, serta menyusul jalur-jalur yang disesuaikan kebutuhan para penghunian, KCF dan Narma Toserba yang tidak lama lagi akan buka.

Selanjutnya, lanjut Piter, akan menyusul pula fasilitas-fasilitas rumah sakit, pompa bensin, sekolah internasional,  supermarket bahan bangunan, serta masjid raya.

“Saat ini kami sedang tawarkan produk-produk menarik yaitu hunian harga Rp200 jutaan, dan menawarkan hunian kelas menengah, seperti klaster Sweet Alba dengan harga mulai Rp400 jutaan untuk tipe 40/90 hingga Rp800 jutaan untuk rumah dua lantai tipe 69/120. Lalu ada klaster Rosaline yang dijual dengan harga Rp400 jutaan, dan klaster Rosemary yang dilepas dengan harga Rp500 jutaan,” ungkapnya.

Untuk komersial, Harvest City menawarkan ruko Boulevard Orchid dengan harga Rp500 jutaan. Ini properti komersial yang dibangun di prime area Harvest. Harga segitu sangat menarik murah kalau melihat spek dan lokasinya. Satu – dua tahun ke depan, harga properti komersial di sepanjang Boulevard ini akan naik signifikan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
cibubur, kawasan komersial

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top