Survei BI: Kenaikan Harga Hunian di Batam Cukup Tinggi

Harga properti residensial di Batam pada triwulan I 2019 tumbuh sebesar 2,67 persen (quartal to quartal), lebih tinggi dibandingkan 0,49 persen (qtq) pada triwulan sebelumnya.
Putri Salsabila | 14 Mei 2019 08:48 WIB
The Nove di Batam - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- Berdasarkan hasil survei Bank Indonesia tentang kenaikan harga properti residensial, wilayah kenaikan harga properti residensial tertinggi terjadi di kota Batam.

Survei itu menyebutkan harga properti residensial di Batam pada triwulan I 2019 mengalami pertumbuhan sebesar 2,67 persen  (quartal to quartal), lebih tinggi dibandingkan 0,49 persen (qtq) pada triwulan sebelumnya.

Sementara itu secara tahunan, kenaikan harga properti residensial mengalami peningkatan dua kali lipat dari 2,02 persen pada triwulan sebelumnya, menjadi 4,75 persen (year on year).

Secara triwulan, meningkatnya kenaikan harga properti residensial terjadi pada tipe rumah kecil, menengah dan besar. Pada triwulan 1 2019  kenaikan harga rumah tipe kecil mengalami peningkatan dari 0,43 persen (qtq) pada triwulan sebelumnya menjadi 3,95 persen (qtq).

Sementara pada rumah tipe menengah meningkat dari 0,70 persen pada triwulan sebelumnya menjadi 2,65 persen% pada triwulan 1 2019. sedangkan pada rumah tipe besar kenaikan harga meningkat dari 0,33 persen menjadi 1,40 persen pada triwulan I 2019.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
properti batam

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup