ADHI Bidik Proyek Kereta Sepanjang 300 Km

Ekspansi ke bisnis perkeretaan cukup menjanjikan seiring tren pembangunan angkutan massal berbasis rel di beberapa wilayah.
Rivki Maulana | 13 Mei 2019 11:00 WIB
Kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) rute Velodrome-Kelapa Gading memasuki Stasiun Velodrome Jakarta, Senin (25/2/2019). - ANTARA/Rivan Awal Lingga

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Adhi Karya Tbk. menargetkan perolehan portofolio pengusahaan angkutan berbasis rel sepanjang 300 kilometer. Perseroan tengah membidik sedikitnya empat proyek pengusahaan kereta api di Jawa dan Sumatra.

Direktur Utama Adhi Karya, Budi Harto mengatakan ekspansi ke bisnis perkeretaan cukup menjanjikan seiring tren pembangunan angkutan massal berbasis rel di beberapa wilayah. Budi menyebut, ruang pertumbuhan bisnis perkeretaapian juga amat lebar karena kapasitas angkutan berbasis rel masih rendah.

Budi menggambarkan, di luar jaringan kereta api komuter, Jabodetabek saat ini baru memiliki jaringan moda raya terpadu (MRT) 16 kilometer, LRT Jakarta 5 kilometer, dan LRT Jabodetabek 44,5 kilometer.

"Kami tambah paling tidak 300 kilometer-400 kilometer. Kami fokus di kereta karena keahlian kami di kereta lebih unggul dibandingkan dengan teman-teman [sesama kontraktor ," ujarnya di Jakarta, baru-baru ini.

Secara umum, segmen perkeretaapian telah menyumbang porsi cukup signifikan terhadap kinerja ADHI. Berdasarkan laporan keuangan ADHI, per kuartal I/2019 aset dari Departemen Sarana Perkeretaapian mencapai Rp7,88 triliun atau 26 persen terhadap total aset perseroan.

Untuk diketahui, Adhi Karya saat ini baru menggarap proyek ligh rail transit (LRT) Jabodetabek Tahap I sepanjang 44,5 kilometer.  Jalur sepanjang itu melayani tiga lintas yaitu Cibubur - Cawang, Bakasi Timur - Cawang, dan Cawang - Dukuh Atas. Selain sebagai kontraktor, Adhi Karya juga bertindak sebagai investor dalam proyek LRT Jabotebek.

Budi menuturkan, perseroan membidik sedikitnya empat proyek perkeretaapian di Jawa dan Sumatra. Dia mengimbuhkan, perusahaan bersandi saham ADHI itu tengah mengusulkan pembangunan jalur kereta lingkar Jakarta atau loopline sepanjang 26 kilometer.

Menurut Budi, loopline akan membuat persinggungan jalur kereta komuter Jabodetabek menjadi minimal karena dibuat dengan konstruksi layang. Saat ini ada beberapa titik persinggungan kereta Jabodetabek, antara lain Manggarai, Tanah Abang, dan Jatinegara.

"Jadi nanti headway kereta lebih banyak sehingga bisa meningkatkan kapasitas angkut yang ada di jalur radial. Sekarang kan [kapasitas]1,2 juta [per hari], nanti jadi 2 juta [per hari]," jelasnya.

Selain loopline, ADHI juga kepincut menggarap LRT Jabodetabek Tahap II lintas Cibubur-Bogor sejauh 30 kilometer.  Di samping itu, ADHI Karya juga membidik proyek LRT di Medan yang terintegrasi dengan layanan bus rapid transit (BRT).

Di Sumatra Selatan, ADHI juga mengincar proyek kereta untuk angkutan batu bara. Dalam catatan Bisnis, proyek ini merupakan satu dari tiga proyek yang siap ditawarkan Kementerian Perhubungan kepada badan usaha lewat skema kerja sama. Panjang jalur kereta yang ditawarkan mencapai 249,78 kilometer, menghubungkan Tarahan dengan Lahat.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kereta api, adhi karya

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup