Cadangan Daya Pembangkit di Indonesia Di Atas 30 Persen Pada 2022

Total pembangkit yang sudah terkontrak dan melakukan perjanjian jual beli adalah sebesar 33.108 MW. Sebanyak 10 persen di antaranya atau pembangkit berkapasitas 3.467 MW telah beroperasi.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 24 April 2019  |  14:59 WIB
Cadangan Daya Pembangkit di Indonesia Di Atas 30 Persen Pada 2022
Pembangkit listrik tenaga bayu. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – PLN optimistis reserve margin atau cadangan daya pembangkit di Indonesia akan meningkat menjadi di atas 30 persen pasca sejumlah realisasi megaproyek 35.000 MW beroperasi pada 2022 nanti.

Berdasarkan data yang diterima Bisnis.com, pembangunan megaproyek 35.295 MW terus berjalan. Data terakhir pada 15 April 2019 menunjukkan total pembangkit yang sudah terkontrak dan melakukan perjanjian jual beli atau power purchasing agreement (PPA) adalah sebesar 33.108 MW. Sebanyak 10 persen di antaranya  atau pembangkit berkapasitas 3.467 MW telah beroperasi.

Sementara, sebanyak 57 persen atau pembangkit berkapasitas 20.126 MW sudah konstruksi, 27 persen atau 9.515,1 MW sudah masuk PPA tetapi belum konstruksi, 3 persen atau 1.253 MW masuk pengadaan, dan 3 persen atau 934 MW sudah tahap perencanaan.

Adapun megaproyek tersebut sebelumnya ditarget rampung pada 2019. Namun, seiring berjalan waktu, realisasi proyek tersebut disesuaikan dengan pertumbuhan ekonomi.

Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PT PLN (Persero) Amir Rosidin mengakui dibanding negara di Asia, cadangan listrik di Indonesia memang masih rendah. Seperti misalnya Singapura yang memiliki cadangan listrik 100 persen dan China yang mendekati 100 persen.

Adapun saat seluruh pembangkit di sistem Jawa-Bali beroperasi, cadangan listrik sudah sebesar 30 persen. Hanya beberapa wilayah Indonesia yang memiliki pembangkit dengan cadangan di bawah 30 persen.

Pembangkit tersebut yakni Pembangkitan Sumatera bagian Utara (Kit SBU) dengan reserve margin 18 persen, Pembangkitan Sumatera Bagian Selatan (SBST) 21 persen, Pembangkitan Lampung 8 persen, sistem kelistrikan interkoneksi Sulut-Go 21 persen, dan  sistem kelistrikan Sorong 12 persen.

Dia optimistis, jika sejumlah pembangkit megaproyek 35.000 MW rampung pada 2022, cadangan listrik yang semula 30 persen akan meningkat. Setidaknya akan ada tambahan cadangan listrik menjaid 34 persen pada pembangkit di Indonesia.

Menurutnya, dengan cadangan listrik 30 persen sudah terhitung aman untuk satu pembangkit dalam bekerja. Terutama, jika satu pembangkit mengalami pemeliharaan tidak akan mengganggu distribusi listrik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pembangkit listrik 35.000 mw

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top