Indonesia Cetak Rekor Baru Pengoperasian Jalan Tol

Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat (PUPR) melansir panjang jalan tol baru yang beroperasi dalam periode 4,5 tahun terakhir mencapai 949 kilometer. Panjang ini melampaui pencaian pembangunan jalan tol dalam periode 1974-2014 sejauh 784,7 kilometer.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 23 April 2019  |  07:17 WIB
Indonesia Cetak Rekor Baru Pengoperasian Jalan Tol
Ilustrasi - Gerbang tol Ngemplak, Ruas Solo--Ngawi. - Bisnis/Antara/Aris Wasita

Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat (PUPR) melansir panjang jalan tol baru yang beroperasi dalam periode 4,5 tahun terakhir mencapai 949 kilometer. Panjang ini melampaui pencaian pembangunan jalan tol dalam periode 1974-2014 sejauh 784,7 kilometer.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Danang Parikesit mengatakan hingga awal 2020, pihaknya menargetkan panjang jalan tol beroperasi mencapai 1.852 kilometer. Walhasil, masih ada rencana pengoperasian ruas-ruas baru sejauh 903 kilometer hingga awal 2020.

Danang menjelaskan, panjang jalan tol bertambah berkat pembukaan ruas-ruas baru maupun ruas-ruas lanjutan secara bertahap di 39 jalan tol, tersebar di Jawa dan Sumatra. Di Jawa, jalan tol tersambung dari Merak hingga Probolinggo sejauh 964 kilometer. Jumlah ini akan terus memanjang seiring pembangunan ruas Probolinggo-Banyuwangi.

"Kami optimistis target 1.852 kilometer ini bisa tercapai karena ada tambahan dari Trans Sumatra dan JORR 2 [Jakarta Outer Ring Road] serta ruas-ruas lainnya," ujar Danang di Jakarta, Senin (22/4/2019).

Dia menerangkan, JORR 2 yang mencakup enam ruas sepanjang 111,37 kilometer akan beroperai secara bertahap. Ruas Kunciran - Serpong (11,14 kilometer) dan Serpong Cinere (10,14 kilometer) akan beroperasi lebih dahulu pada Juni 2019. Jalan tol lingkar ini akan menambah kapasitas jalan tol baru di Jabodetabek sehingga diharapkan bias mengurangi kepadatan di jalan arteri maupun di jalan tol eksisting.

Di luar jalan tol JORR 2, jalan tol di Jawa pada 2019 bakal menyumbang delapan ruas tol dengan panjang 119,5 kilometer. Bila ditambah ruas Probowangi sepanjang 173 kilometer, Merak hingga Banyuwangi bakal terhubung dengan jalan sepanjang 1.148 kilometer.

Sementara itu, di Sumatra, sedikitnya tiga ruas akan beroperasi menyusul pengoperasian ruas Bakauheni-Terbanggi Besar (140,9 kilometer). Ketiga ruas itu yakni Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (185 kilometer), Kayu Agung-Palembang-Betung Seksi I (33,5 kilomeer), dan Pekanbaru-Dumai Seksi I (32,8 kilometer).

Danang menuturkan, tahun ini dua ruas di Kalimantan dan Sulawesi juga bakal beroperasi, yaitu Balikpapan - Samarinda (99 kilometer) dan Manado-Bitung (39 kilometer). Dua jalan ini bahkan bisa digunakan secara fungsional pada musim mudik Idul Fitri 1440 Hijriah yang jatuh pada akhir Mei 2019 mendatang.

Secara umum, kehadiran jalan tol menurut Danang bakal menjadi katalis dalam meningkatkan kegiatan ekonomi masyarakat. Di samping itu, jalan juga mengerek konektivitas antarwilayah, memangkas biaya logistik, dan mendukung pengembangan pariwisata.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jalan tol

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top