Operasional Truk Dibatasi, Ini Janji Pemerintah Atasi Bahan Pokok

Pemerintah akan berkoordinasi agar pasokan barang pokok tidak terkendala selama adanya pelarangan truk angkutan barang sewaktu musim Angkutan Lebaran 2019.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 22 April 2019  |  18:45 WIB
Operasional Truk Dibatasi, Ini Janji Pemerintah Atasi Bahan Pokok
Ilustrasi - Truk memasuki kapal di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur. Truk ekspedisi dan angkutan barang mempercepat pengiriman ke Indonesia bagian timur, sebelum jalur penyeberangan Jawa-Bali ditutup bagi angkutan barang dan diprioritaskan untuk pemudik pada H-4 Idulfitri. - Antara/Budi Candra Setya

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) agar pasokan bahan pokok tidak terkendala selama adanya pelarangan truk angkutan barang sewaktu musim angkutan Lebaran 2019.


Staf Ahli Bidang Pengamanan Pasar Kemendag Sutriono Edi menuturkan, pihaknya akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Kemenhub guna memastikan angkutan barang pokok dikecualikan dari larangan angkutan barang selama musim angkutan Lebaran 2019.


"Kami koordinasikan barang pokok yang dikecualikan, yang memengaruhi inflasi seperti beras, daging sapi, bawang, susu, air minum kemasan, pupuk dan ternak. Kami akan koordinasi pengendalian angkutan darat, mana saja yang dikecualikan dari larangan atau pembatasan angkutan," katanya, Senin (22/4/2019).


Pembatasan truk tersebut akan dilakukan mulai Jumat 31 Mei sampai dengan Minggu 2 Juni 2019 selama periode puncak arus mudik Lebaran 2019 dengan prediksi puncak arus mudik pada 31 Mei 2019.


Sementara itu, pembatasan pada arus balik dilakukan mulai Sabtu 8 Juni sampai dengan Senin 10 Juni 2019 dengan prediksi puncak arus balik pada 9 Juni 2019. Kemenhub juga sudah mengecualikan angkutan barang pokok agar tidak termasuk truk yang dilarang beroperasi selama periode tersebut.


Di sisi lain, dia juga mewanti-wanti angkutan laut menuju Indonesia wilayah timur agar mengantisipasi gelombang tinggi. Pasalnya, dengan adanya gelombang tinggi membuat distribusi barang pokok terhambat, sehingga harganya menjadi tinggi.


"Dari Surabaya itu terlambat berangkatnya, jadi saat puasa dan Lebaran harganya menjadi tinggi. Ini menghambat, termasuk aktivitas bongkar muatnya, di pelabuhan perlu dilakukan persiapan bersama," tuturnya.


Dia juga mengusulkan agar selama periode Lebaran 2019 ini arus barang maupun penumpang dapat dipantau melalui aplikasi platform digital sehingga dapat memudahkan pengawasan.


"Angkutan logistik diantisipasi kepolisian kerawanan angkutan, tapi untuk penumpang juga alternatifnya untuk pakai gadget akan lebih mudah, mudah-mudahan bisa disiapkan," tambahnya.P

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Kemenhub, kemendag, bahan pokok, Mudik Lebaran

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top