Ini Saran Sri Mulyani ke Presiden Bank Dunia yang Baru

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan sejumlah masukan kepada David Malpass, Presiden Bank Dunia yang baru.
Ini Saran Sri Mulyani ke Presiden Bank Dunia yang Baru
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 12 April 2019  |  13:55 WIB
Ini Saran Sri Mulyani ke Presiden Bank Dunia yang Baru
Presiden Bank Dunia David Malpass berbicara dalam sebuah konferensi pers dalam Spring Meetings of the World Bank Group and IMF di Washington, AS, Kamis (11/4/2019). - Reuters/James Lawler Duggan

Bisnis.com, JAKARTA -- Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberi sejumlah masukan kepada Presiden Bank Dunia yang baru, David Malpass.
 
Menurut bekas Direktur Pelaksana Bank Dunia ini, Malpass perlu memperbarui pengetahuannya tentang Bank Dunia.
 
Dia tak menampik jika Malpass sebenarnya bukan orang baru dan telah terlibat dalam kenaikan modal Bank Dunia pada 1980. Namun, Bank Dunia telah banyak berubah dalam proses bisnis dan berbagai hal.
 
"Sejak kepemimpinan Robert Zoellick, telah terjadi banyak perubahan di tubuh organisasi Bank Dunia. Bank Dunia telah melakukan reformasi sehingga lebih gesit dan responsif dalam merespon isu korupsi dan demokratisasi data," papar Sri Mulyani dalam keterangan resminya, Jumat (12/4/2019).
 
Menkeu juga berharap Malpass memiliki concern pada isu spesifik sebagaimana kepemimpinan Presiden Bank Dunia sebelumnya. Apalagi, Malpass yang merupakan seorang ekonom, diyakini akan memiliki perhatian untuk menyelesaikan isu atau program setiap negara termasuk negara kecil, negara miskin, fragile, dan negara kepulauan. 
 
“Yang harus dilakukan adalah memastikan bagaimana operasi Bank Dunia ke sebuah negara atau bagaimana janji Bank Dunia kepada negara terkait peningkatan modal kepada semua negara,” tuturnya. 

Sri Mulyani menyinggung bahwa pada masa kepemimpinan Zoellick, isu spesifik yang menjadi perhatian yaitu korupsi dan transparansi data. Sementara itu, pada masa Jim Yong Kim, perhatian tertuju pada isu Sumber Daya Manusia (SDM) dan perubahan iklim.  
 
Oleh karena itu, di era Malpass, dia menilai Presiden Bank Dunia yang baru akan lebih concern pada koefisien Gini, isu ketimpangan, serta kebijakan bagaimana negara bisa berkembang optimal dengan intervensi minimal.
 
Beberapa hal tersebut dipandang perlu diputuskan karena membawa pengaruh besar, bukan hanya kepada staf Bank Dunia, tetapi juga kepada seluruh pemangku kepentingan. 
 
“Saya melihat global public goods akan sangat penting. Isu perubahan iklim dan bagaimana Bank Dunia bisa bekerja sama dengan semua klien karena Bank Dunia adalah bank yang memiliki karakteristik unik," jelas Sri Mulyani.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank dunia, sri mulyani

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top