5 Terpopuler Ekonomi, Alasan Maskapai Naikkan Harga Tiket Pesawat Gila-gilaan dan Bisnis Angkutan Barang Ketinggalan Zaman

Alasan maskapai naikkan harga tiket pesawat gila-gilaan yang akhirnya terungkap menjadi berita terpopuler di kanal Ekonomi Bisnis.com pada hari Senin (8/4/2019).
Ahmad Rifai | 08 April 2019 11:58 WIB
Pesawat Citilink (atas) saat akan mendarat dan pesawat Garuda Indonesia yang akan lepas landas di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (18/2/2019). - Bisnis/Paulus Tandi Bone

1. Terungkap, Alasan Maskapai Naikkan Harga Tiket Pesawat Gila-gilaan

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkapkan alasan mendasar mengapa harga tiket pesawat oleh maskapai penerbangan di Indonesia meningkat begitu tajam hingga mencekik calon penumpang.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi menyebutkan penyebab mahalnya tiket penerbangan selama kuartal I/2019 karena perusahaan penerbangan bersaing mendapatkan keuntungan untuk bertahan hidup.

Baca selengkapnya di sini.

2. 4 KEK Pariwisata Belum Optimal, Jangan Tambah KEK Baru

Pembangunan empat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata harus dievaluasi sebelum pemerintah menambah wilayah KEK yang baru.
Pasalnya, progres pengembangan di empa wilayah yang sudah ada dinilai lambat.

Baca selengkapnya di sini.

3. PERIKANAN: Eropa Minta RI Susun Penanganan Residu Antibiotik

Dewan Kesehatan dan Keamanan Pangan Uni Eropa (DG Sante) meminta Indonesia untuk menyusun standar operasional prosedur (SOP) terkait penanganan monitoring residu pada komoditas perikanan yang diekspor ke Benua Biru tersebut.

Permintaan ini merupakan hasil dari audit tahunan terbaru yang dilaksanakan oleh DG Sante pada kuartal akhir di tahun lalu.

Baca selengkapnya di sini.

4. 75.000 ton Jagung Impor Telah Didatangkan Bulog

Perum Bulog telah mendatangkan jagung impor sebanyak 75.000 ton dari total penugasan impor 150.000 ton pada Januari 2019.

Pada Januari Perum Bulog ditugasi mengimpor jagung untuk kebutuhan pakan ternak sebesar 150.000 ton. Berdasarkan dokumen lelang 25 Januari 2019 tender untuk jagung hanya diberikan kepada eksportir dari Brazil dan Argentina.

Baca selengkapnya di sini.

5. Menhub Sebut Bisnis Proses Angkutan Barang Ketinggalan Zaman

Kementerian Perhubungan menyebut tantangan perusahaan angkutan barang yang melalui jalur darat saat ini adalah mekanisme kerja yang sudah usang alias ketinggalan zaman.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menuturkan bahwa mekanisme bekerja yang ketinggalan zaman telah menjadi tantangan bagi pengusaha truk dan angkutan barang untuk meneruskan bisnisnya.

Baca selengkapnya di sini.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
uni eropa, bulog, perikanan, kemenhub, jagung, tiket pesawat, kek, Angkutan Barang

Editor : Surya Rianto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup