Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menhub Sebut Bisnis Proses Angkutan Barang Ketinggalan Zaman

Kementerian Perhubungan sebut tantangan perusahaan angkutan barang melalui jalur darat saat ini adalah mekanisme kerja yang ketinggalan zaman.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 08 April 2019  |  09:15 WIB
Menhub Sebut Bisnis Proses Angkutan Barang Ketinggalan Zaman
Ilustrasi - Truk memasuki kapal di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur. Truk ekspedisi dan angkutan barang mempercepat pengiriman ke Indonesia bagian timur, sebelum jalur penyeberangan Jawa-Bali ditutup bagi angkutan barang dan diprioritaskan untuk pemudik pada H-4 Idulfitri. - Antara/Budi Candra Setya

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan menyebut tantangan perusahaan angkutan barang yang melalui jalur darat saat ini adalah mekanisme kerja yang sudah usang alias ketinggalan zaman.


Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menuturkan bahwa mekanisme bekerja yang ketinggalan zaman telah menjadi tantangan bagi pengusaha truk dan angkutan barang untuk meneruskan bisnisnya.


"Satu tantangan yakni satu mekanisme bekerja yang tadinya digunakan sudah tertinggal, dari [industri] 2.0 menjadi 4.0 harus dilakukan, banyak lagi yang harus dilakukan," katanya, Minggu (7/4/2019).


Revolusi industri ditandai dengan 4 tahapan yakni ditemukannya mesin uap yang menjadi revolusi industri 1.0, lalu penemuan listrik dan pabrik yang menjadikan industri 2.0 yang mengedepankan tenaga manusia.

Selanjutnya, ujar Menhub, otomasi melalui komputer menjadikan revolusi industri 3.0. Perkembangan berikutnya menjadi 4.0, menekankan pada penggunaan fasilitas siber dan digital seperti mahadata dan penggunaan internet.


Pada era industri 4.0 saat ini, Budi Karya menyebutkan bahwa bisnis proses angkutan darat masih tertinggal di fase industri 2.0, sehingga perlu segera mengejar ketertinggalan.


Pemerintah katanya selama ini berfokus pada bidang keselamatan terutama dalam bisnis angkutan barang di jalur darat tersebut.


"Pemerintah melalui berbagai regulasi berbagai fasilitas, memberikan suatu arah bahwa keselamatan itu sesuatu yang dijunjung. Oleh karenanya saya mengajak semua stakholders, khususnya Aptrindo [asosiasi pengusaha truk indonesia] dan asosiasi yang lain, memberikan dukungan kepada pengemudi agar mereka melakukan kegiatan berkeselamatan," ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kemenhub Angkutan Barang Revolusi Industri 4.0
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top