Menhub Sebut Bisnis Proses Angkutan Barang Ketinggalan Zaman

Kementerian Perhubungan sebut tantangan perusahaan angkutan barang melalui jalur darat saat ini adalah mekanisme kerja yang ketinggalan zaman.
Rinaldi Mohammad Azka | 08 April 2019 09:15 WIB
Ilustrasi - Truk memasuki kapal di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur. Truk ekspedisi dan angkutan barang mempercepat pengiriman ke Indonesia bagian timur, sebelum jalur penyeberangan Jawa-Bali ditutup bagi angkutan barang dan diprioritaskan untuk pemudik pada H-4 Idulfitri. - Antara/Budi Candra Setya

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perhubungan menyebut tantangan perusahaan angkutan barang yang melalui jalur darat saat ini adalah mekanisme kerja yang sudah usang alias ketinggalan zaman.


Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menuturkan bahwa mekanisme bekerja yang ketinggalan zaman telah menjadi tantangan bagi pengusaha truk dan angkutan barang untuk meneruskan bisnisnya.


"Satu tantangan yakni satu mekanisme bekerja yang tadinya digunakan sudah tertinggal, dari [industri] 2.0 menjadi 4.0 harus dilakukan, banyak lagi yang harus dilakukan," katanya, Minggu (7/4/2019).


Revolusi industri ditandai dengan 4 tahapan yakni ditemukannya mesin uap yang menjadi revolusi industri 1.0, lalu penemuan listrik dan pabrik yang menjadikan industri 2.0 yang mengedepankan tenaga manusia.

Selanjutnya, ujar Menhub, otomasi melalui komputer menjadikan revolusi industri 3.0. Perkembangan berikutnya menjadi 4.0, menekankan pada penggunaan fasilitas siber dan digital seperti mahadata dan penggunaan internet.


Pada era industri 4.0 saat ini, Budi Karya menyebutkan bahwa bisnis proses angkutan darat masih tertinggal di fase industri 2.0, sehingga perlu segera mengejar ketertinggalan.


Pemerintah katanya selama ini berfokus pada bidang keselamatan terutama dalam bisnis angkutan barang di jalur darat tersebut.


"Pemerintah melalui berbagai regulasi berbagai fasilitas, memberikan suatu arah bahwa keselamatan itu sesuatu yang dijunjung. Oleh karenanya saya mengajak semua stakholders, khususnya Aptrindo [asosiasi pengusaha truk indonesia] dan asosiasi yang lain, memberikan dukungan kepada pengemudi agar mereka melakukan kegiatan berkeselamatan," ungkapnya.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kemenhub, Angkutan Barang, Revolusi Industri 4.0

Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup