Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

RUU Minol Ditunda, Anker Bir Yakin Minol Tak Akan Dilarang

Agenda pengesahan perpanjangan waktu pembahasan RUU Larangan Minol pada hari ini, Selasa (19/3/2019), ditunda hingga Pemilu usai. Produsen bir yakin minuman beralkohol tak akan dilarang.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 19 Maret 2019  |  20:10 WIB
Karyawati menata produk minuman beralkohol di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta, Senin (27/7). - Jibi/Dwi Prasetya
Karyawati menata produk minuman beralkohol di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta, Senin (27/7). - Jibi/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA – Agenda pengesahan perpanjangan waktu pembahasan RUU Larangan Minol pada hari ini, Selasa (19/3/2019), ditunda hingga Pemilu usai. Produsen bir yakin minuman beralkohol tak akan dilarang.

Ronny Titiheruw, Direktur Pemasaran PT Delta Djakarta (DLTA)--produsen Anker Bir, percaya bahwa pemerintah akan tetap mendukung pengaturan minol dan bukan pelarangan distribusi minol. Pasalnya, industri minol kini sudah diawasi secara ketat dari proses produksi hingga distribusi.

Industri minol telah diatur oleh lebih dari 36 peraturan pemerintah dan 200 peraturan daerah. Namun, lanjutnya, perseroan optimis dapat tumbuh 2 digit pada tahun ini.

“PT Delta Djakarta tetap akan fokus pada ekspansi pasar dan pertumbuhan profit. [Perseroan akan melakukan] ekspansi ke daerah-daerah potensi pariwisata di Indonesia seperti Bali dan Indonesia [bagian] timur,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (19/3/2019).

Berdasarkan laporan keuangan kuartal II/2018 perseroan, penjualan bersih naik 15,04% menjadi Rp627 miliar dari realisasi periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp545 miliar. Adapun, jumlah biaya produksi tumbuh 23,07% menjadi Rp176 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

minuman beralkohol Delta Jakarta
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top