Lifting Minyak di Sumbagut Meningkat 4,9%

Produksi siap jual (lifting) minyak dan kondensat mencapai 222.330 barel perhari (bph) atau meningkat 4,9% dari target APBN 2019 yang dihasilkan dari 9 Kontraktor Kerja Kerja Sama.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 25 Februari 2019  |  11:47 WIB
Lifting Minyak di Sumbagut Meningkat 4,9%
/Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Produksi siap jual (lifting) minyak dan kondensat mencapai 222.330 barel perhari (bph) atau meningkat 4,9% dari target APBN 2019 yang dihasilkan dari 9 Kontraktor Kerja Kerja Sama di area Sumatra bagian utara.

Adapun target APBN Tahun 2019 untuk 9 perusahaan KKKS produksi yang berkontribusi di wilayah operasi Sumbagut sekitar 211.939 barel per hari.

Sementara itu, jika dibandingkan dengan penetapan target lifting WP&B (Work Program and Budget) oleh KKKS yang dipatok 202,155 barel perhari, maka angka kenaikannya mencapai 10%.

Berdasarkan keterangan resmi SKK Migas, jumlah tersebut belum termasuk produksi minyak di laut Anambas dan Natuna Propinsi Kepulauan Riau, yang diawasi oleh Pengawas SKK Migas Pusat. Selain pengawasan langsung oleh SKK Migas, capaian positif ini terjadi karena realisasi produksi yang membaik serta adanya  kebijakan untuk memaksimalkan lifting bulanan.

Dibandingkan dengan kinerja tahun lalu, total kenaikan pada Januari tercatat meningkat sekitar 11%. Adapun lifting sepanjang januari 2018 sebesar 6,274,682 barel, sementara untuk Januari 2019 mencapai 6,892,215 barel.

Sekretaris SKK Migas Arief Handoko menyampaikan apresiasi kepada manajemen Perwakilan Sumbagut dan kepada seluruh Tim Pengawas Lapangan telah berhasil mengawal peningkatan capaian lifting bulan Januari.

Arief mengharapkan kinerja 2019 diharapkan mendekati bahkan sama dengan produksi, sehingga kontribusi migas sebagai penerimaan negara terbesar dari sektor PNBP (Pendapatan nasional bukan pajak) dapat terus ditingkatkan.

Kepala Perwakilan Sumbagut Avicenia Darwis pada menyampaikan terima kasih atas arahan dan dukungan positif manajemen kepada Pengawas Lifting SKK Migas. Dia juga mengapresiasi sikap profesional Pengawas lifting di lapangan ditengah situasi kendala kebakaran hutan dan asap di daerah operasi Blok Rokan di Dumai, Riau.

“Pengawas Lifting dan tim supporting bekerja profesional mengawal pergerakan lifting dan kita patut berikan apresiasi,” katanya, melalui keterangan tertulis, Senin (25/2/2019).

Saat ini, secara nasional kontribusi lifting minyak dan kondensat minyak wilayah operasi Sumbagut sekitar 30% dari target APBN yang mencapai 775.000 barel perhari.

Di wilayah Sumbagut sumber produksi utama berasal dari Blok Rokan - PT Chevron Pacific Indonesia. Selain Chevron, terdapat KKKS Produksi minyak lainnya yaitu Pertamina EP, BOB BSP-PH, EMP Malacca Straits, EMP Tonga,  PHE Siak, PHE Kampar dan PHE NSO-NSB dan SPR Langgak.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Harga Minyak, minyak, lifting minyak

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup