5 Berita Populer Ekonomi, Pertamina Untung Rp20 triliun dan Menakar Biaya Ojol yang Ideal

Kabar Kementerian Keuangan yang menyebut pernyataan adanya bukti kebocoran anggaran negara dengan menunjuk pada penurunan tax ratio adalah salah alamat jadi berita terpopuler kanal Ekonomi, sore ini, Selasa (12/2/2019)
Oliv Grenisia | 12 Februari 2019 18:24 WIB
Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman (kiri), memberikan paparan didampingi Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Nufransa Wira Sakti, saat konferensi pers di Jakarta, Jumat (6/4/2018). - JIBI - Dwi Prasetya

1. Kemenkeu Tegaskan Tax Ratio Bukan Bukti Kebocoran Anggaran

Kementerian Keuangan menyebut pernyataan adanya bukti kebocoran anggaran negara dengan menunjuk pada penurunan tax ratio salah alamat.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu Nufransa Wirasaksi mengatakan tax ratio bukan alat ukur untuk menghitung kebocoran anggaran. Baca selengkapnya di sini

2. Presiden Jokowi: Pertamina Untung Rp20 Triliun

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan perusahaan minyak dan gas milik negara, PT Pertamina (Persero) untung sebesar Rp20 triliun.

Pernyataan itu disampaikan Jokowi kepada jurnalis seusai dirinya menghadiri acara makan malam bersama Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Persatuan Hotel, baca selengkapnya di sini

3. Kembangkan Produksi Pesawat N219, PTDI Incar Dana US$119 Juta

PT Dirgantara Indonesia (Persero) merancang penggalangan dana melalui instrumen dana investasi real estat atau DIRE untuk mendanai pengembangan fasilitas pesawat N219 dengan target US$119 juta.

Direktur Utama Dirgantara Indonesia Elfien Goentoro menjelaskan bahwa instrumen DIRE merupakan salah satu alternatif pendanaan yang tengah dikaji. Baca selengkapnya di sini


4. Tak Sertakan NPWP, Akun di Google Adwords akan Ditangguhkan?

Baru-baru tersiar kabar bahwa Google Adwords mengirimkan surat elektronik ke penggunanya untuk menyertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) pada stelan info penagihan dan pembayaran mulai 1 Januari 2019.

Jika hal itu tidak dilakukan maka akun akan ditangguhkan secara sepihak oleh Adword per April 2019. Baca selengkapnya di sini

5. Menakar Biaya Jasa Ojek Online yang Ideal

Pemerintah diminta lebih berhati-hati dalam menentukan besaran biaya jasa ojek online (ojol), sebab biaya yang terlalu tinggi dapat membuat konsumen meninggalkan jasa transportasi berbasis aplikasi tersebut.

Research Institute of Socio-Economic Development (RISED) mengeluarkan penelitan terbaru terkait kenaikan tarif ojek online pada Senin (11/2/2019). Baca selengkapnya di sini

Tag : berita populer
Editor : Surya Rianto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top