Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Jokowi Bantu Tukang Cukur Dapat Rumah

Presiden Joko Widodo melakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan rumah bersubsidi bagi para tukang cukur di Kabupaten Garut.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 20 Januari 2019  |  15:54 WIB
Jokowi Bantu Tukang Cukur Dapat Rumah
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo melakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan rumah bersubsidi bagi para tukang cukur di Kabupaten Garut.

Para tukang cukur yang tergabung dalam Persaudaraan Memangkas Rambut Garut (PPRG) mendapat bantuan untuk memiliki rumah tipe 30/60 dengan angsuran Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) hanya Rp800.000 per bulan.

"Ini rumah contoh yang akan dibangun tipe 30 tanahnya seluas 60 meter, lebar ini rumahnya," ujar Presiden Joko Widodo dalam keterangan resmi, usai melakukan Peletakan Batu Pertama Perumahan Persaudaraan Pangkas Rambut Garut (PPRG) di Garut, Sabtu (19/1/2019)

Presiden menjelaskan, cicilan yang harus dibayarkan oleh anggota PPRG per bulan adalah Rp800.000 per bulan. Adapun, harga jual rumah nantiknya akan berkisar sekitar Rp130 juta.

Pembangunan rumah PPRG di Garut ini rencananya akan sebanyak 500 unit. Untuk tahap pertama akan dibangun 150 unit.

"Perumahan PPRG ini sudah laku 140 rumah. Artinya minat dari anggota PPRG sudah ambil cukup tinggi. Tinggal sisanya berikutnya menyusul," tegas Jokowi.

Untuk mensukseskan Program Satu Juta Rumah yang menjadi salah satu program penyediaan perumahan, pemerintah akan menyiapkan bantuan perumahan di provinsi dengan menggandeng komunitas-komunitas.

"Kalau komunitas menghendaki nantinya fasilitas kredit disiapkan pemerintah lewar subsidi FLPP," lanjutnya.

Presiden juga berharap anggota PPRG yang ada di Jakarta, Bandung, serta Karawang bisa lebih semangat bekerja.

Ini masuk Program satu juta rumah, tapi ini sekarang kita fokus ke komunitas-komunitas. Setiap minggu [mereka] kirim uang ke rumah biasanya Rp400.000 - Rp500.000. Pendapatan mereka rata - rata setiap bulan Rp4 juta – Rp6 juta kalau diambil Rp800.000 kan enteng," jelasnya.

Program pembangunan rumah untuk PPRG ini merupakan usulan bottom up. Jadi jika ada usulan dari komunitas di provinsi lain seperti PPRG ini pemerintah akan menyiapkan kreditnya dan menarikan pengembang yang tepat sehingga rumah cepat terbangun.

Program Satu Juta Rumah untuk masyarakat umum, kata Presiden Jokowi sudah berjalan empat tahun dan tahun ini akhirnya bisa melampaui target yakni 1.132.621 unit rumah.

"Target 1 juta rumah [2018] terlampaui. Kami akan terus mengupayakan sebanyak-banyaknya dibangun rumah di back up perbankan," katanya.

Sementara itu, Dirjen Penyediaan Perumahan Khalawi Abdul Hamid menjelaskan, Perumahan bersubsidi PPRG merupakan bagian dari Program Satu Juta Rumah yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah. Tujuannya adalah untuk menyediakan rumah layak huni bagi masyarakat.

Perumahan PPRG ini lokasinya berada di Kampung Sampora, Sukamukti, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut. Luas lahan untuk pembangunan perumahan ini total sekitar lima hektar dan untuk tahap pertama akan dibangun seluas dua hektar.

Rumah tersebut adalah rumah bersubsidi pemerintah tipe 30/60. Sedangkan harga jualnya Rp130 juta dan uang muka mulai dari 1% dengan suku bunga fixed 5% dengan jangka waktu angsuran selama 20 tahun.

Adapun, para tukang cukur itu akan mendapat bantuan SBUM dari pemerintah sebesar Rp4 juta.

Selain bantuan pembiayaan perumahan, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR juga akan memberikan bantuan prasana, sarana, dan utilitas (PSU) perumahan antara lain jalan lingkungan sekitar 6 meter, jalan lingkungan, sistem penyediaan air bersih, tempat pembuangan sampah dan taman serta ruang terbuka hijau.

"Peruntukan lahan seluas lima hektar ini nantinya akan dimanfaatkan dengan komposisi 60% untuk perumahan dan 40% untuk fasilitas umum [Fasum] dan fasilitas sosial [Fasos]," terang Khalawi.

Subsidi KPR dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) nantinya akan disalurkan melalui Bank BTN.

Selain itu, sejumlah fasilitas pendukung pun nantinya akan disediakan antara lain sekolah cukur, museum cukur, klinik dan masjid.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rumah subsidi
Editor : M. Rochmad Purboyo
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top