Savasa kejar pembangunan Semester I

Savasa, proyek perumahan tapak pengembangan PT Puradelta Lestari Tbk., (anak perusahaan Sinar Mas Land) bersama PT Panasonic Homes Gobel Indonesia (PHGI) akan mengejar kelanjutan pembangunan di semester I/2019.
Maria Elena | 09 Januari 2019 21:05 WIB
Proyek perumahan - Ilustrasi/Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Savasa, proyek perumahan tapak pengembangan PT Puradelta Lestari Tbk., (anak perusahaan Sinar Mas Land) bersama PT Panasonic Homes Gobel Indonesia (PHGI) akan mengejar kelanjutan pembangunan di semester I/2019.

Wulang Nur Dwiyatmoko, General Manager PT Panahome Deltamas Indonesia (perusahaan joint venture PT Puradelta Lestari Tbk dan PT Panasonic Homes Gobel Indonesia), mengatakan pembangunan proyek itu sedikit terkendala akibat musim hujan, sehingga pihaknya akan mengejar pembangunan mulai bulan April 2019.

"Kami stop dulu di lapangan. Nanti pembangunan akan kami mulai dari membangun infrastruktur," kata Wulang kepada Bisnis, belum lama ini.

Savasa merupakan proyek yang diadopsi dari hunian Jepang, dengan konsep smart living yang dikembangkan dengan teknologi skala kota pintar (smart township). Proyek tersebut didirikan di Cikarang, Kabupaten Bekasi.

Wulang mengatakan penjualan Savasa dinilai cukup bagus. Sejak rilis pertama, sudah terjual lebih dari 50% dari total 82 unit rumah yang ditawarkan. "Pada saat launching, kami buka 1 blok lagi dengan menawarkan harga yang baru karena ada 1 tipe yang sudah hampir habis," lanjut dia.

Bahkan, kata dia, harga unit yang ditawarkan sudah mengalami kenaikan sebesar 2,5% dari harga awal rilis.

Savasa menyediakan dua tipe rumah, yaitu tipe A dan tipe B. Tipe A memiliki luas tanah 66 m2 dan luas bangunan 64 m2, terdiri dari 2 kamar tidur. Tipe B memiliki luas tanah 84 m2 dan luas bangunan 80 m2, terdiri dari 3 kamar tidur.

Pada awalnya, kisaran harga tipe A ditawarkan mulai dari Rp978 juta, sedangkan tipe B dengan kisaran harga dimulai dari Rp1,2 miliar per unit.

Dengan total area seluas 37 hektare, pembangunan Savasa akan dibagi menjadi 3 tahap dengan total 4 klaster (Asa, Niwa, Hana, dan Yuta). Pembangunan pertama yaitu klaster Asa akan dilakukan seluas 13 hektare yang terdiri dari 811 rumah dan 33 ruko.

Wulang mengatakan tidak merubah dana investasi, yaitu Rp360 miliar untuk pembelian dan pengembangan lahan di tahap pertama, termasuk pembangunan infrastruktur. Mayoritas pembeli unit Savasa adalah end user, Wulang melanjutkan pihaknya akan membidik pasar investor yang akan menyewakan unit kepada ekspatriat.

Salah satu yang disasar adalah ekspatriat Jepang, karena banyak perusahaan Jepang dan ekspatriat asal Jepang di kawasan Cikarang, dia menilai pasar ini memiliki potensi yang kuat.

Tag : proyek superblok
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top