Wika Gedung Siapkan 2.000 Rumah Instan

Tahun ini, PT Wijaya Karya Gedung menargetkan membangun 2.000 unit bangunan berteknologi modular atau rumah instan untuk bangunan hunian seperti villa dan untuk bangunan semi permanen seperti restoran.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 06 Januari 2019  |  22:46 WIB
Wika Gedung Siapkan 2.000 Rumah Instan
Presiden Direktur PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (Wika Gedung) Nariman Prasetyo (tengah) bersama Direktur Djaka Nugraha (dari kiri), Direktur Widhi Pudjiyono, Direktur Nur Al Fata, dan Direktur Abiprayadi Riyanto, mengamati nilai pencatatan perdana saham perseroan, di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (30/11). - JIBI/Endang Muchtar

JAKARTA – Tahun ini, PT Wijaya Karya Gedung menargetkan membangun 2.000 unit bangunan berteknologi modular untuk bangunan hunian seperti villa dan untuk bangunan semi permanen seperti restoran.

Direktur Human Capital, Investasi, dan Pengembangan Wijaya Karya Gedung (WEGE) Nur Al Fata menuturkan bahwa sepanjang tahun 2019, sebagai salah satu produsen bangunan modular, pihaknya akan membangun minimal 2.000 unit modul dengan pengerjaan yang masih sesuai pesanan.

“Tahun ini kita fokusnya ada dua jenis, untuk bangunan yang multifungsi, bisa digunakan menjadi macam-macam seperti villa atau proyek kantor dan untuk orang yang mau buka restoran, seperti food truck. Seluruh pengerjaannya masih disesuaikan dengan proyeknya” ungkapnya kepada Bisnis, pekan lalu.

Menurut Nur, peminat pembuatan bangunan modular ke Wika Gedung sudah cukup banyak terutama untuk perhotelan dan hunian. Adapun, hingga kini, perseroan telah mengembangkan empat tipe produk modular, yaitu villa, rumah sederhana tapak (RST), toilet pods, dan bangunan bersusun.

Sedangkan pengembangan produk selanjutnya yang sedang berjalan adalah produk modular villa di Pulau Merah, Banyuwangi dan di kawasan Gunung Rinjani untuk mendukung pengembangan pariwisata.

“Tidak kalah juga permintaan dari Dinas Pendidikan untuk pembangunan sekolah. Di DKI ini kan sudah harus banyak sekolah yang dibangun dalam waktu singkat dan kualitasnya harus bagus, sehingga dengan modular ini mereka sangat tertarik,” imbuh Nur.

Kemudian, peminat juga hadir dari kaum milenial yang mencari hunian. Saat ini, Wika Gedung sudah mengembangkan produk modular untuk rumah tapak dua lantai. Namun, untuk produksi ritel, Nur mengaku belum menyanggupi.

“Sudah banyak yang tanya kapan untuk hunian itu bisa dijual. Nah, itu kami memang belum meluncurkan karena dari penanganan pemasarannya agak berbeda. Jadi sekarang kami fokus bekerja per proyek saja. Minat dari milenial juga tinggi,” kata Nur.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sistem modular

Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top