Identifikasi Korban Lion Air JT 610 Lewat DNA Butuh Waktu hingga 8 Hari

Sebanyak 37 sampel fisik khas korban sebelum meninggal (antemortem) dari keluarga korban yang belum diambil dapat mempengaruhi proses identifikasi korban jatuh pesawat Lion Air JT 610.
Newswire | 02 November 2018 08:11 WIB
Tim SAR gabungan melakukan penyelaman saat melakukan mencari kotak hitam (black box) pesawat Lion Air bernomor registrasi PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 di perairan Tanjung Karawang, Jakarta, Kamis (1/11/2018). Bagian kotak hitam tersebut saat ini akan diserahkan kepada KNKT untuk dilakukan investigasi lebih lanjut. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Sebanyak 37 sampel fisik khas korban sebelum meninggal (antemortem) dari keluarga korban yang belum diambil dapat mempengaruhi proses identifikasi korban jatuh pesawat Lion Air JT 610.

"Akan berpengaruh. Apabila DNA, postmortem sudah didapatkan, tetapi mungkin belum cocok karena yang 37 belum masuk," kata Wakil Kepala Rumah Sakit Polri Said Sukanto Kombes Haryanto, di Jakarta, Kamis (1/11/2018).

Hingga Kamis (1/11/2018), TimDisaster Victim Identificafion (DVI) Polri telah mengambil 152 sampel fisik khas korban sebelum meninggal dari keluarga korban.

Masih adanya 37 antemortem yang belum diambil salah satunya diduga karena terdapat dua keluarga yang masuk di dalam daftar korban. Selain itu, keluarga yang datang ke RS Polri untuk memberikan sampel bukan keluarga inti (ayah, ibu, anak). Haryanto mengatakan identifikasi korban dengan pencocokan DNA memerlukan waktu 4-8 hari setelah sampel masuk laboratorium.

"Kalau 37 nanti menyusul, ini hitungannya dari data masuk. Kantong jenazah dikirim, kantong hari pertama 24, kedua 24 dan ketiga delapan. Masuk laboratorium DNA juga bertahap," kata Haryanto.

Sebanyak 24 kantong jenazah yang diterima RS Polri pada hari pertama (Senin), diharapkan hasil identifikasinya keluar Sabtu atau Minggu pekan ini.

Hingga Kamis, Tim DVI berhasil mengidentifikasi seorang perempuan yang menjadi korban pesawat jatuh Lion Air bernama Jannatun Cintya Dewi (24) asal Sidoarjo Jawa Timur. Para ahli mengidentifikasi Jannatun berdasarkan pencocokkan sidik jari tangan dengan ijazah yang diperkuat data DNA.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
lion air, lion air jatuh

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top