Laik Operasi, LRT Jakarta Lakukan Uji Coba Terbatas

Light Rail Transit (LRT) Jakarta koridor 1 fase 1 dinyatakan laik untuk dioperasionalkan secara terbatas.
Dewi Aminatuz Zuhriyah | 23 Agustus 2018 16:53 WIB
Sebanyak 8 set yang terdiri dari 16 kereta LRT DKI Jakarta sudah tiba di ibu kota. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sempat menjajal LRT tersebut ketika meninjau progres proyek ini, Minggu (15/7). - Bisnis/Feni Freycinetia Fitriani

Bisnis.com, JAKARTA — Light Rail Transit (LRT) Jakarta koridor 1 fase 1 dinyatakan laik untuk dioperasionalkan secara terbatas.

Operasional dalam rangka uji coba LRT antara Stasiun Velodrome hingga Stasiun Mall Kelapa Gading tersebut berlangsung selama 30 hari kalender, yakni pada 21 Agustus-20 September 2018.

Direktur Jenderal (Dirjen) Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Zulfikri mengatakan kelaikan operasional kereta ringan Jakarta koridor 1 fase 1 ditandai dengan turunnya dua surat rekomendasi dari Kemenhub.

Dua surat itu mencakup rekomendasi teknis prasarana perkeretaapian jalur ganda layang dan bangunan kereta api ringan (LRT) Jakarta antara Stasiun Velodrome dan Stasiun Mall Kelapa Gading dan rekomendasi teknis pengoperasian perkeretaapian fasilitas operasi LRT Jakarta antara Stasiun Velodrome dan Stasiun Mall Kelapa Gading.

“Operasional secara fungsional ini bersamaan dengan perbaikan teknis sesuai rekomendasi dari tim pengujian Balai Pengujian Perkeretaapian,” ujarnya, Kamis (23/8/2018). 

Zulfikri menjelaskan operasional terbatas yang dimaksud adalah penumpang yang diangkut merupakan undangan dan bukan masyarakat umum. Dalam hal ini, penumpang tidak akan dikenakan tarif alias gratis.

Selama masa uji coba, hanya satu train set yang digunakan antara Stasiun Velodrome dan Stasiun Kelapa Gading yang berjarak 4,7 kilometer (km) tersebut. 

LRT seksi satu yang menggunakan jalur ganda layang (elevated) tersebut melintasi lima stasiun yakni Stasiun Velodrome, Stasiun Pacuan Kuda, Stasiun Pulomas, Stasiun Kelapa Gading Boulevard, dan Stasiun Mall Kelapa Gading. Kelima stasiun tersebut hingga saat ini masih dalam proses pembangunan.

“Uji pertama terhadap stasiun-stasiun tersebut akan dilakukan apabila proses pembangunan telah selesai 100% dan dokumen pendukung telah dilengkapi oleh PT Jakarta Propertindo. Selama uji coba, PT Jakarta Propertindo bertanggung jawab penuh terhadap gangguan operasi dan keselamatan perjalanan kereta api," paparnya.

Hasil uji coba terbatas tersebut nantinya harus dilaporkan oleh PT Jakarta Propertindo. BUMD Provinsi DKI Jakarta itu pun diwajibkan menyelesaikan seluruh pekerjaan pembangunan LRT setelah pelaksanaan uji coba pengoperasian. 

Tag : kemenhub, LRT
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top