Divestasi Freeport Dekati Final, Ini Kata Manajemen Inalum

Manajemen PT Inalum (Persero) membenarkan negosiasi divestasi 51% saham PT Freeport Indonesia mendekati final, kendati sejumlah hal masih dalam pembahasan.
Hery Trianto | 26 Juni 2018 16:59 WIB
Loading the player ...

Bisnis.com, WASHINGTON — Manajemen PT Inalum (Persero) membenarkan negosiasi divestasi 51% saham PT Freeport Indonesia mendekati final, kendati sejumlah hal masih dalam pembahasan.

“Proses negosiasi masih berlangsung dan perbedaan pandangan keduabelah pihak yakin Inalum dan Freeport McMoRan terkait proses divestasi sudah semakin mengecil,” tutur Rendi Witular, Kepala Komunikasi Korporat dan Hubungan Antar Lembaga Holding Industri Pertambangan Inalum, saat dihubungi Bisnis, Selasa (26/6/2018).

Rendi yang tengah berada di London, Inggris, menjelaskan proses negosiasi memerlukan waktu yang lama karena pihaknya ingin memastikan proses tersebut berjalan berdasarkan asas good governance dan prinsip kehati-hatian. Dia enggan memberikan informasi mengenai nilai transaksi.

Namun, sejumlah sumber Bisnis menyebutkan bahwa nilai transaksi divestasi Freeport termasuk hak partisiapasi Rio Tinto yang setara 40% saham berkisar antara US$3 miliar hingga U$4 miliar. “Dalam kisaran US$3 miliar tetapi tidak sama US$4 miliar,” tutur salah satu sumber.

Menurutnya, kontrol manajemen menjadi isu yang sangat ulet dalam negosiasi. “Ini yg susah sampai sekarang, karena Freeport ngotot mau pegang kontrol sepenuhnya.”

Namun sebagaimana dikatakan Menteri ESDM seusai bertemu dengan CEO Freeport McMoran Richard Adkerson, di Washington, mengenai kontrol manajemen , kedua pihak sepakat akan diselesaikan melalui kelaziman perusahaan patungan.

Jonan melakukan pertemuan tertutup dengan Adkerson di Hotel Four Seasons Washington Senin siang (25/6), atau Selasa dinihari waktu Jakarta.

Berbeda dengan pertemuan tahun lalu di Houston, Texas, yang melibatkan banyak orang, kali ini Jonan sendiri sementara Richard didampingi Vice President Freeport Indonesia Tony Wenas. Pertemuan berlangsung sekitar 1,5 jam.

Richard menolak membeberkan hasil pertemuan saat ditanya sejumlah jurnalis Indonesia sesuasi pertemuan. Dia hanya berjanji untuk menjelaskan hasil negosiasi ‘di waktu yang akan datang’.

Namun, Jonan menjelaskan beberapa hal penting yang cukup alaot selama proses negosiasi seperti kepastian usaha dan manajemen telah mencapai titik temu. “Tinggal sekarang bagaimana Inalum mempercepat pencarian sumber pendanaan untuk mengambil alih hak partisipasi Rio Tinto di Freeport sebesar 40%,l saham.”

Dalam hal kepastian usaha, Jonan menyebut perihal hasil kesepakatan yang tidak mudah diubah bila terjadi pergantian manajemen di Freeport McMoran maupun Inalum, selain bila terjadi perubahan pemerintahan. Tarif pajak juga tidak berubah hingga 2041.

Tony Wenas, menolak memberikan keterangan lebih rinci karena terikat perjanjian kerahasiaan transaksi, termasuk berapa nilai akuisisi 40% saham Freeport milik Rio Tinto dalam bentuk hak partisipasi.

Jonan berjanji akan mendukung proses transisi kepemilikan 51% saham Freeport Indonesia kepada Inalum, termasuk soal perpanjangan izin usaha pertambangan khusus. Saat ini, Inalum telah memiliki 11% saham.

Proses negosiasi divestasi antara pemerintah dan Freeport McMoran ini berlanngsung alot dalam 1,5 tahun terakhir. Selain harga, isu krusial yang mengganjal adalah soal kepastian izin menambang (IUPK) hingga 2041.

Namun, satu sumber Bisnis menyebutkan, isu tersebut terselesaikan dan Freeport menerima usulan pemerintah soal perpanjangan IUPK dengan skema 2 x 10 tahun.

Tag : Freeport, inalum
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top