Promo Tiket Kereta “Sleeper” Rp900.000 Ludes Diburu Pemudik

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) Persero Edi Sukromo mengatakan bahwa kereta dengan fasilitas tempat tidur atau kereta sleeper yang baru saja dilepas pada Selasa pagi (12/6/2018) dinilai sebagai percobaan untuk test market.
Eva Rianti | 12 Juni 2018 10:46 WIB
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi (duduk), Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono (kanan) dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung (kedua kiri), berada di dalam kereta "sleeper car" saat melakukan kunjungan kerja ke PT Inka Madiun, Jawa Timur, Selasa (29/5). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) Persero Edi Sukromo mengatakan bahwa kereta dengan fasilitas tempat tidur atau kereta “sleeper” yang baru saja dilepas pada Selasa pagi (12/6/2018) dinilai sebagai percobaan untuk test market.

“Kereta ‘sleeper’ ini kita lepas pada hari ini sebagai percobaan. Ini masih promo. Baru ada 4 kereta dengan masing-masingnya hanya berisi 18 seat. Ini kita akan test market,” kata Edi dalam acara pengoperasian perdana kereta api luxury jenis sleeper di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (12/6/2018).

Edi menjelaskan bahwa pihaknya akan melihat dan mengamati kondisi permintaan masyarakat pada masa promo. Ini menjadi langkah awal untuk tindak lanjut ke depannya. Apabila permintaan banyak, maka akan ada penambahan jumlah kereta.

“Harganya Rp900.000, tujuannya ini untuk melihat minat masyarakat. Banyak peminatnya atau tidak dengan model seperti ini,” tegas Edi.

Ketika ditanya terkait harga normal di luar promo, Edi mengatakan bahwa penetapan harga normal masih dalam proses perhitungan dan belum bisa dipublikasikan. Namun yang jelas, harga akan lebih tinggi dibandingkan dengan harga kelas priority.

Senada, Kepala Humas PT KAI Daerah Operasi 1 (Daop 1) Agus Komaruddin menuturkan bahwa harga normal dari kereta “sleeper” ini belum bisa disampaikan. Nantinya, masyarakat silakan memilih akan membeli tiket “sleeper” atau “priority”.

Agus menerangkan bahwa hingga saat ini minat masyarakat cukup tinggi. Hal ini dillihat dari tiket arus mudik yang sudah ludes dari Jakarta –Surabaya.

“Untuk arus mudik Jakarta—Surabaya ini tiket sudah habis, yaitu tanggal 12,13, dan 14 Juni. Sementara dari Surabaya—Jakarta rata-rata terjual 60%,” ujar Agus kepada Bisnis, Selasa (12/6/2018).

Sementara untuk tanggal-tanggal setelahnya, calon penumpang masih memiliki kesempatan untuk membooking karena masih ada beberapa seat yang kosong.

 

Tag : kereta api
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top