IABHI Pastikan Konsep TOD Mendukung Sustainable Development

Ikatan Ahli Bangunan Hijau Indonesia memastikan hunian yang terintegrasi dengan transportasi atau transit oriented development akan mendorong lingkungan hijau dan meminimalkan emisi.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 13 Mei 2018 17:27 WIB
Pengunjung mengamati maket rumah susun dengan konsep transit oriented development (TOD) di Stasiun Pondok Cina, Depok, Jawa Barat, Senin (2/10). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, TANGERANG – Ikatan Ahli Bangunan Hijau Indonesia memastikan hunian yang terintegrasi dengan transportasi atau transit oriented development akan mendorong lingkungan hijau dan meminimalkan emisi.

Iwan Prijanto, Ketua Umum Ikatan Ahli Bangunan Hijau Indonesia (IABHI), mengatakan sedang mengampanyekan sustainable neighborhood dimana ada building energi, water management, sebagai konsep dasar dari hunian ramah lingkungan. Selain itu, kata Iwan, asosiasi juga mendorong penambahan kapasitas sumber daya manusia dengan sejumlah seminar, workshop, training, dan sejenisnya.

“Kami mempromosikan secara aktif kepad apelaku bagaimana memanfaatkan sistem transit dalam TOD yang benar,” ujar Iwan, Minggu (13/5/2018).

Dia menegaskan, konsep sertifikasi greenbuilding alias sustainable neighborhood ini bukan hanya semata menjadi proyek bagi gedung-gedung swasta. Sebaliknya, konsep ini harus diterapkan pada semua gedung perkantoran publik dan fasilitas publik.

Sejumlah komponen penting lain kata Iwan selain water management dan save energy adalah arena pejalan kaki yang ramah. Selain itu arena pejalan kaki ini harus adil dan tidak memberi porsi berlebih kepada kendaraan bermotor.

Selain itu, Iwan menegaskan pentingnya mengubah cara berpikir atau perspektif dari konsumen dimana yang sebelumnya menilai rumah dekat stasiun rawan kejahatan menjadi rumah di stasiun itu justru memudahkan akses dan menghemat biaya transportasi. Dia ingin memasang perspektif baru, bahwa yang dimaksud dengan affordability housing masa kini adalah hunian yang justru bisa mengefisiensikan biaya transportasi.

“Kalau dalam perencanaan itu harus disebutkan nilai tambah yang bisa diberikan kepada konsumen terkait lokasi hunian TOD, supaya mengubah perspektif awal dia soal TOD yang kumuh, atau rawan kejahatan, menjadi hunian yang compact dan terintegrasi,” terang Iwan.

Tag : transit oriented development
Editor : M. Rochmad Purboyo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top