Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pengembangan Kota Mandiri Harus Dilakukan Swasta dan BUMN

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Bambang Brodjonegoro, menegaskan pembangunan kota mandiri harus dilakukan oleh pengembang swasta dan pengembang berplat merah.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 22 Maret 2018  |  21:40 WIB
Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro memberikan materi saat menjadi pembicara Seminar Ekonomi dengan tema Quo Vadis Ekonomi Digital Indonesia, di Jakarta, Rabu (21/2/2018). - JIBI/Abdullah Azzam
Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro memberikan materi saat menjadi pembicara Seminar Ekonomi dengan tema Quo Vadis Ekonomi Digital Indonesia, di Jakarta, Rabu (21/2/2018). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Bambang Brodjonegoro, menegaskan pembangunan kota mandiri harus dilakukan oleh pengembang swasta dan pengembang berplat merah.
"Harus semuanya [pengembang swasta dan BUMN]," tegasnya di Jakarta pada Kamis (22/3/2018).
Namun, seperti yang diberitakan Bisnis sebelumnya, Ketua HUD Institute, Zulki Syarif Koto, mengungkapkan pengembang swasta yang sejauh ini berhasil mengembangkan permukiman skala besar yang ditata dan izin lokasinya dipegang.
Pengembang swasta tersebut seperti PT Sinarmas Land yang menggarap Bumi Serpong Damai (BSD), PT Sentul City yang menggarap Sentul City dan Lippo Group dengan mega proyeknya yang masih berjalan, Meikarta.
Meskipun kini BSD dan Sentul City masih tergolong kota satelit, tetapi dalam proses menuju kota mandiri.
Di Maja, kota mandiri yang masuk ke dalam 10 kota yang akan dikembangkan sesuai dengan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2015-2019, yang menguasai lahan proyek adalah pengembang swasta.
Dari total luas lahan Maja sebesar 6000 hektare, tanah dengan kepemilikan pemerintah melalui Perumnas hanya sekitar 200 hektare - 400 hektare.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kota mandiri
Editor : M. Rochmad Purboyo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top