Bisnis.com, JAKARTA- Ekspor minyak sawit mentah dari Indonesia ke Uni Eropa Impor minyak sawit UE telah mencapai lebih dari dua miliar euro per tahun.
Telah terjadu peningkatan sebesar 38% sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2017, dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2016. Hal ini membuat Uni Eropa menjadi importir terbesar kedua untuk minyak sawit Indonesia setelah India.
Dikemukakan tarif yang berlaku di Uni Eropa rendah (0 %- 10,9%) dibandingkan dengan pasar ekspor lainnya.
Di kawasan tersebut disebutkan juga tidak ada hambatan perdagangan atau undang-undang yang diskriminatif terhadap minyak kelapa sawit.
Minyak sawit telah dihilangkan oleh Parlemen Eropa karena memiliki dampak besar pada emisi rumah kaca. Upaya tersebut akan terus berlanjut untuk mencapai kesepakatan tanpa diskriminasi di antara biofuel, seperti yang diusulkan oleh Komisi Eropa dan didukung oleh Dewan Menteri.
Pengambilan suara oleh Parlemen Eropa bukanlah posisi akhir UE. Pasar Uni Eropa dikemukakan tetap terbuka terhadap minyak sawit seperti yang ditunjukkan oleh peningkatan perdagangan bilateral sebesar lebih dari 30% pada tahun 2017.