EKONOMI INDONESIA: PMI April Sentuh 51,2, Manufaktur Lanjutkan Ekspansi

Berdasarkan rilis dari IHS Markit, Nikkei Indonesia Manufacturing Purchasing Managers Index (PMI) naik dari level 50,5 di bulan Maret ke level tertinggi 10 bulan sebesar 51,2 pada April.
Pekerja merakit mobil Mitsubishi Pajero, di pabrik PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (25/4)./REUTERS-Beawiharta
Pekerja merakit mobil Mitsubishi Pajero, di pabrik PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (25/4)./REUTERS-Beawiharta

Bisnis.com, JAKARTA – Aktivitas manufaktur Indonesia kembali menggeliat di bulan kedua berturut-turut menyusul peningkatan jumlah pesanan perusahaan. Selain itu, data terbaru juga menunjukkan kenaikan bisnis ekspor dan daya beli masyarakat.

Berdasarkan rilis dari IHS Markit, Nikkei Indonesia Manufacturing Purchasing Managers’ Index (PMI) naik dari level 50,5 di bulan Maret ke level tertinggi 10 bulan sebesar 51,2 pada April.

Indeks manufaktur melanjutkan pergerakan ke atas level 50, yang mengindikasikan peningkatan aktivitas ekonomi, adapun level di bawah 50 poin menunjukkan kontraksi.

Peningkatan aktivitas manufaktur ini dipicu oleh permintaan yang membaik dan peluncuran produk-produk baru, sedangkan tingkat pesanan naik untuk bulan kedua pada April.

Meski tipis, tingkat ekspansi bisnis meningkat dengan lacu tercepat sejak September tahun lalu. Adapun pesanan ekspor baru juga meningkat, sehingga mengakhiri kontraksi selama enam bulan terakhir.

Pertumbuhan tingkat pekerjaan baru yang terus berlanjut juga turut meningkatkan tingkat produksi manufaktur. Selanjutnya, output diperluas hingga batas terbesar sejak Juni 2016.

"Pabrikan Indonesia memulai kuartal kedua tahun 2017 dengan mantap karena terus meningkatnya tingkat pekerjaan yang memacu pabrikan untuk meningkatkan produksi," kata Pollyanna De Lima, ekonom IHS Markit.

"Perkembangan positif lainnya yang ditunjukkan oleh survei PMI berasal dari pesanan ekspor, yang meningkat pada bulan April untuk pertama kalinya sejak September tahun lalu," lanjut De Lima.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper