Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pendanaan Pengadaan Tanah PSN: LMAN, BPJT, KemenPUPR & 23 BUJT Teken MoU

Selain meluncurkan skema pendanaan pengadaan tanah untuk proyek strategis nasional, Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) menandatangani nota kesepahaman dengan beberapa instansi.
Kurniawan A. Wicaksono
Kurniawan A. Wicaksono - Bisnis.com 04 April 2017  |  11:01 WIB
Pekerja mengoperasikan alat berat pada proyek pembangunan jalan tol Bawen-Salatiga di Kandangan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Kamis (30/3). - Antara/Aji Styawan
Pekerja mengoperasikan alat berat pada proyek pembangunan jalan tol Bawen-Salatiga di Kandangan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Kamis (30/3). - Antara/Aji Styawan

Bisnis.com, JAKARTA - Selain meluncurkan skema pendanaan pengadaan tanah untuk proyek strategis nasional, Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) menandatangani nota kesepahaman dengan beberapa instansi.

Nota kesepahaman itu ditandatangani bersama Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, serta 23 perusahaan badan usaha jalan tol (BUJT) di hotel Kempinski Jakarta, Selasa (4/4/2017).

Direktur LMAN Rahayu Puspasari mengatakan tujuan dari penandatanganan nota kesepahaman tersebut a.l. pertama, untuk memenuhi kewajiban pemerintah dalam pendanaan pengadaan tanah untuk kepentingan umum dalam rangka pelaksanaan proyek strategis nasional (PSN).

Kedua, pengembalian pembayaran oleh pemerintah dengan menggunakan alokasi dana pengadaan tanah tahun anggaran 2016 atas dana yang dibayarkan terlebih dahulu oleh badan usaha berdasarkan pada perjanjian pengusahaan jalan tol beserta amandemennya.

Adapun, dalam melakukan pendanaan pengadaan tanah terbagi dalam dua skema yakni pembayaran langsung dan pembayaran tidak langsung. Dalam skema langsung, lanjut Rahayu, LMAN akan menyalurkan pendanaan pengadaan tanah kepada pihak penerima ganti rugi.

Sementara, skema pembayaran tidak langsung dibagi kembali menjadi dua skema lebih detail yakni merujuk pada sebelum dan sesudah terbitnya Peraturan Presiden No.102/2016 tentang Pendanaan Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum Dalam Rangka PSN.

23 BUJT yang menandatangani nota kesepahaman tersebut yakni

  1. PT Marga Sarana Jabar, untuk ruas jalan tol Bogor Ring Road
  2. PT Jasa Marga Kunciran Cengkareng, untuk ruas jalan tol Cengkareng-Kunciran
  3. PT Jasa Marga Semarang Batang, untuk ruas jalan tol Semarang-Batang
  4. PT Solo Ngawi Jaya, untuk ruas jalan tol Solo-Ngawi
  5. PT Marga Trans Nusantara, untuk ruas jalan tol Kunciran-Serpong
  6. PT Citra Marga Lintas Jabar untuk ruas jalan tol Soreang Pasir Koja
  7. PT Translingkar Kita Jaya untuk ruas jalan tol Cinere-Jagorawi
  8. PT Jasamarga Manado Bitung untuk ruas jalan tol Manado-Bitung
  9. PT Jasamarga Balikpapan Samarinda untuk ruas jalan tol Balikpapan-Samarinda
  10. PT Cinere Serpong Jaya untuk ruas jalan tol Cinere-Serpong
  11. PT Pemalang Batang Tol Road untuk ruas jalan tol Pemalang-Batang
  12. PT MTD CTP Expressway untuk ruas jalan tol Cibitung-Cilincing
  13. PT Trans Marga Jateng untuk ruas jalan tol Semarang-Solo
  14. PT Transmarga Jati Pasuruan untuk ruas jalan tol Gempol Pasuruan
  15. PT Kresna Kusuma Dyandra Marga untuk ruas jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu
  16. PT Hutama Karya untuk ruas jalan tol Bakauheni-Terbanggi Besar, Medan-Binjai, Pekanbaru-Dumai, Palembang-Indralaya
  17. PT Jasamarga Surabaya Mojokerto untuk ruas jalan tol Surabaya-Mojokerto
  18. PT Citra Waspphutowa untuk ruas jalan tol Depok-Antasari
  19. PT Jasamarga Kualanamu Tol untuk ruas jalan tol Medan-Kualanamu
  20. PT Marga Harjaya Infrastruktur untuk ruas jalan tol Kertosono-Mojokerto
  21. PT Ngawi Kertosono Jaya untuk ruas jalan tol Ngawi-Kertosono
  22. PT Jasamarga Pandaan Malang untuk ruas jalan tol Pandaan-Malang
  23. PT Pejagan Pemalang Tol Road untuk ruas jalan tol Pejagan-Pemalang

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bpjt Kementerian PUPR
Editor : Fajar Sidik
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top