Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

2 Anak Usaha RNI Garap Bisnis Alat Kesehatan

PT Rajawali Nusantara Indonesia (persero) mendorong dua anak usahanya, PT.Phapros Tbk dan PT.Mitra Rajawali Banjaran (MRB), bersinergi dalam mengisi pasar alat kesehatan dalam negeri yang saat ini masih dikuasai oleh produk impor
Yusran Yunus
Yusran Yunus - Bisnis.com 03 Januari 2017  |  15:40 WIB
2 Anak Usaha RNI Garap Bisnis Alat Kesehatan
Dirut RNI Didik Prasetyo (ketiga, dari kiri) menyaksikan penandatangan MoU antara direksi Phapros dan MRB. - .

Bisnis.com, JAKARTA - PT Rajawali Nusantara Indonesia (persero) mendorong dua anak usahanya, PT.Phapros Tbk dan PT.Mitra Rajawali Banjaran (MRB), bersinergi dalam mengisi pasar alat kesehatan dalam negeri yang saat ini masih dikuasai oleh produk impor.

Sinergi antara Phapros dan MRB itu diwujudkan dalam penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Jakarta, Selasa (3/1/2017).

"Sinergi ini merupakan wujud nyata pelaksanaan percepatan pengembangan industri farmasi dan alkes sesuai dengan Instruksi Presiden No.6 tahun 2016," kata Dirut Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), Didik Prasetyo.

Dia mengemukakan berdasarkan data Kementerian Kesehatan, 94% pasar alkes dalam negeri senilai Rp12 triliun masih dikuasai oleh produk impor . Padahal produk alkes dalam negeri mampy menekan 30% biaya pengobatan.

"Peluang itulah yang perlu ditangkap oleh sinergi kedua perusahaan ini". Kami tidak hanya menargetkan produksi alkes yang mampu diserap pasar dalam negeri, namun juga berkualitas eksport agar mampu bersaing di pasar regional,” katanya.

Didik optimistis sinergi ini dapat berupaya semaksimalmungkin membesarkan bisnis ini, selain karena industri alkes merupakan bagian dari core bisnis RNI, kedua perseroan juga telah berpengalaman dalam bidang tersebut.

"Phapros sudah malang melintang dalam industri farmasi dan alkes nasional, demikian juga MRB. Phapros memiliki modal dan teknologi, sementara MRB memiliki lahan dan aset bangunan idle yang representatif bagi pengembangan dan produksi alkes baru.  MRB juga telah dilengkapi sederet izin seperti izin industri, edar, dan impor serta sertifikasi untuk pengembangan alkes,” ujarnya.

RNI bergerak di empat bidang usaha yakni agroindustri, farmasi dan alat kesehatan, perdagangan dan distribusi serta properti. Saat ini RNI sebagai perusahaan induk memiliki 13 anak perusahaan. Dalam bidang agro-industri, RNI memiliki dan mengelola 10 pabrik gula yang tersebar di Jawa Barat, Yogyakarta dan Jawa Timur, perkebunan sawit dan perkebunan teh serta beberapa pabrik pengolahan produk hulu dan samping berbasis tebu.

Di bidang perdagangan dan distribusi, RNI memiliki anak perusahaan dengan cabang-cabang yang terdapat di kota besar seluruh Indonesia. Di bidang farmasi dan alat kesehatan meliputi pabrik obat, pabrik alat suntik dan kondom.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

alat kesehatan pt rni
Editor : Linda Teti Silitonga

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top