Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Revitalisasi Jalur KA Jakarta-Surabaya, Dokumen Siap Dibawa Ke Jepang

Kementerian Perhubungan siapkan dokumen revitalisasi jalur kereta api utara Pulau Jawa lintas Jakarta-Surabaya untuk ditawarkan ke Jepang dalam waktu dekat.
Yudi Supriyanto
Yudi Supriyanto - Bisnis.com 23 November 2016  |  19:13 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Kementerian Perhubungan siapkan dokumen revitalisasi jalur kereta api utara Pulau Jawa lintas Jakarta-Surabaya untuk ditawarkan ke Jepang dalam waktu dekat.
 
Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Prasetyo Boeditjahjono mengatakan Kementerian Perhubungan saat ini sedang menyusun dokumen revitalisasi jalur kereta api utara Pulau Jawa lintas Jakarta-Surabaya.
 
Dokumen tersebut, paparnya, akan dibawa oleh Kementerian Kordinator Maritim Luhut B. Pandjaitan ketika akan pergi ke Jepang.
 
“[Bahan] Selesai pada Desember, sekitar awal atau pertengahan,” kata Prasetyo, Jakarta, Rabu (23/11).
 
Dia mengatakan nantinya dokumen-dokumen tersebut berisi mengenai berapa banyak lengkung kecil yang harus diubah, jumlah perlintasan sebidang yang harus ditutup, dan total biaya yang akan dikeluarkan untuk melakukan revitalisasi.
 
Kementerian Perhubungan, paparnya, masih membahas apa saja yang harus dilakukan agar kecepatan kereta di jalur utara Pulau Jawa lintas Jakarta-Surabaya bisa mencapai rata-rata 150 kilometer per jam.
 
Dia mengatakan pemerintah menargetkan kereta api di jalur utara Pulau Jawa lintas Jakarta-Surabaya memiliki kecepatan rata-rata 150 kilometer per jam agar waktu tempuh dari Jakarta menuju Surabaya bisa ditempuh kurang dari enam jam.
 
Dengan waktu tempuh kurang dari enam jam, paparnya, kereta api di jalur utara Pulau Jawa lintas Jakarta-Surabaya dapat bersaing dengan moda transportasi pesawat. Dia mengatakan masyarakat akan berpindah dari pesawat ke kereta api jika memiliki kecepatan rata-rata 150 kilometer per jam.
 
Sebelumnya, Prasetyo mengatakan jalur utara Pulau Jawa lintas Jakarta-Surabaya merupakan jalur “gemuk” penumpang.
 
Dia mengungkapkan potensi kereta api dengan kecepatan rata-rata 150 kilometer per jam cukup bagus mengingat tingkat keterisian (okupansi) KA Argo Bromo dengan tarif Rp400.000-Rp500.000 mencapai 70%-80%.
 
Pada akhir Minggu, dia mengatakan tingkat okupansi KA Argo Bromo tersebut bahkan bisa mencapai 100%. Oleh karena itu, dia meyakini banyak pihak yang tertarik untuk merevitalisasi lintas Jakarta-Surabaya.
 
Dia mengungkapkan Kemenhub menawarkan revitalisasi jalur utara Pulau Jawa lintas Jakarta-Surabaya kepada semua investor, termasuk Jepang. “Tidak ada utama-utama [investor]. Yang penting ditawarkan. Banyak yang mau karena jalur gemuk,” katanya
 
Untuk sekedar diketahui, dalam presentasi Kementerian Perhubungan yang dilihat Bisnis beberapa waktu lalu, Kementerian Perhubungan memperkirakan kebutuhan awal pembiayaan revitalisasi jalur utara Pulau Jawa Jakarta-Surabaya sebesar Rp102,37 triliun.
 
Dari perkiraaan awal pembiayaan tersebut, pembangunan perlintasan sebidang memiliki porsi terbesar dengan total Rp79,09 triliun. Sementara elektrifikasi jalur kereta api mencapai total Rp14,22 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jakarta-surabaya jalur ka
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top