Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

REI Perkirakan Properti Tumbuh 15% Tahun Depan

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Real Estat Indonesia Eddy Hussy memperkirakan sektor properti dapat tumbuh hingga 15% pada 2017.
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 14 November 2016  |  20:29 WIB
Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI) Eddy Hussy (kiri) berbincang dengan  Adri Istambul dan  Setyo Maharso beberapa waktu lalu. - Bisnis.
Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI) Eddy Hussy (kiri) berbincang dengan Adri Istambul dan Setyo Maharso beberapa waktu lalu. - Bisnis.

Bisnis.com, JAKARTA -  Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Real Estat Indonesia Eddy Hussy memperkirakan sektor properti dapat tumbuh hingga 15%  pada 2017.

"Salah satu pemicunya adalah program amnesti pajak yang digulirkan pemerintah dianggap sukses pelaksanaannya. Diharapkan dana yang sudah dideklarasi wajib pajak bisa diinvestasikan ke properti," ujar Eddy di Jakarta, Senin (14/11/2016).

Dia mengatakan pengembang properti berharap dana yang sudah dideklarasikan wajib pajak dalam program amnesti pajak bisa diinvestasikan ke properti.

Sementara di lain sisi, dana dari program itu akan digunakan pemerintah untuk melanjutkan pembangunan. Hal itu, lanjut dia, akan membuat perekonomian bergulir dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Jika roda perekonomian bergulir, kebutuhan properti juga akan meningkat.

"Dana amnensti pajak tentunya perlu mencari instrumen investasi yang baru. Properti bisa menjadi salah satu alternatif terbaik sebagai instrumen investasi," kata dia.

Dia menjelaskan dukungan kebijakan dari pemerintah merupakan upaya mendorong industri properti dalam menopang ekonomi nasional. Tumbuhnya sektor properti dinilai dapat menggerakkan industri terkait.

Kepala Dinas Penataan Kota (DPK) DKI Jakarta, Benny Agus Chandra, mengatakan pihaknya juga melakukan berbagai langkah antisipasi dan revitalisasi untuk mereduksi banjir terutama di kawasan yang bagus untuk investasi seperti di kawasan Kemang.

Sejauh ini, kata Benny, pihaknya sudah melakukan pendataan bangunan melanggar di sepanjang Kemang Raya. Selain itu, untuk normalisasi Kali Krukut juga terus dilakukan dan sedang dibuatkan konsep awal penataannya.

"Saat ini, kami sedang bekerja untuk melakukan normalisasi Kali Krukut dan pendataan bangunan liar," kata Benny.

Tak hanya normalisasi Kali Krukut saja, upaya pihak Pemprov DKI dalam mempercantik kawasan Kemang juga terus dilakukan dengan membuat konsep desain penataan pedestrian di kawasan Kemang Raya.

Direktur Utama Penjualan dan Pemasaran Synthesis Residence Kemang, Imron Rosyadi, mengatakan Kemang merupakan kawasan yang telah di kenal baik oleh masyarakat lokal maupun internasional karena memiliki kelebihan dari sisi hunian, kuliner, hiburan, maupun bisnis.

"Berdasarkan hal tersebut, sudah seharusnya kita ikut serta dalam menata kawasan Kemang dan sekitarnya, sekaligus membenahi segala tantangan yang ada, seperti lalu lintas, penataan kawasan dan lainnya. Sehingga, Kemang tetap menjadi salah satu primadona hunian di Jakarta," kata Imron.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rei indonesia pertumbuhan properti

Sumber : ANTARA

Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top