Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

EKONOMI CHINA: Sektor Jasa Tumbuh Paling Lambat Dalam 17 Bulan

Caixin China Composite PMI, indeks manufaktur yang diterbitkan oleh Markit, berada di level 49,4 pada Desember atau turun dari level 50,5 pada November.
Demis Rizky Gosta
Demis Rizky Gosta - Bisnis.com 06 Januari 2016  |  09:16 WIB
Ekonomi China. - Bloomberg
Ekonomi China. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA— Pertumbuhan paling lambat dalam 17 bulan terakhir di sektor jasa membuat indeks PMI China tertekan ke level 49,4 pada Desember.

Caixin China Composite PMI, indeks manufaktur yang diterbitkan oleh Markit, berada di level 49,4 pada Desember atau turun dari level 50,5 pada November.

Indeks PMI mengukur perkembangan kinerja industri dengan level 50 atau lebih tinggi mengindikasikan ekspansi. Angka 49,4 menandakan kondisi industri China pada Desember tersurvei lebih buruk dari bulan sebelumnya.

Kinerja sektor jasa menambah tekanan terhadap kinerja industri China yang sudah terseret oleh performa buruk sektor manufaktur. Indeks Caixin China General Services Business Activity ada di level 50,2 pada Desember, level paling rendah dalam 17 bulan terakhir.

“Sandungan pada kinerja sektor jasa menandakan pemerintah harus mulai mengurangi berbagai hambatan di sektor tersebut. Ini akan membuka potensi di sisi penawaran sekaligus memperbaiki struktur ekonomi dan mempercanggih sektor industri,” kata He Fan, ekonom dari Caixin Insight Group.

  

Caixin PMI Composite China 

Bulan

Indeks PMI

Desember

49,4

November

50,5

Oktober

49,9

September

48,0

Agustus 

48,8

Juli

50,2

Sumber: Markit Economic


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pmi china
Editor : Gita Arwana Cakti

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top