Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Warga Surabaya di Singapura & Hong Kong Bisa Bayar PBB via ATM

Deliana Pradhita Sari
Deliana Pradhita Sari - Bisnis.com 08 Desember 2015  |  18:09 WIB
Warga Surabaya di Singapura & Hong Kong Bisa Bayar PBB via ATM
Ilustrasi - JIBI/Is Ariyanto
Bagikan

Bisnis.com, SURABAYA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., bersinergi dengan Pemerintah Kota Surabaya mewujudkan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan secara elektronis. Hal ini merupakan strategi bank pelat merah itu memperluas layanan pembayaran pajak melalui jaringan layanan elektronik atau e-Channel.

CEO BNI Surabaya Aryanto Purwadi mengatakan layanan ini mempermudah warga Surabaya dalam membayar PBB tanpa harus mengisi blanko manual atau mendatangi Balai Kota Surabaya.

“Layanan ini bisa dinikmati di seluruh ATM kami di seluruh Indonesia dan di luar negeri seperti Singapura dan Hongkong. Wajib Pajak tidak perlu repot-repot ke Surabaya untuk bayar PBB,” katanya di Surabaya, Selasa (8/12/2015).

Bank berkode BBNI itu memiliki jaringan elektronik berupa mesin ATM sejumlah 14.145 unit yang tersebar di 34 provinsi per 30 Juni 2015. Adapun di luar negeri, BBNI memiliki enam unit mesin ATM yaitu dua unit di Singapura dan empat unit di Hongkong.

Dia menuturkan sistem bayar PBB elektronis ini diklaim dapat memacu pendapatan pajak daerah Pemkot Surabaya 2015. Adapun target penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan sepanjang tahun ini dipatok Rp825 miliar.

Pembayaran pajak melalui mesin anjungan tunai mandiri (ATM) BNI itu dapat dinikmati oleh nasabah BNI dan seluruh Wajib Pajak per 8 Desember 2015

Adapun Surabaya merupakan kota pertama yang dibidik perseroan untuk melakukan kerjasama pembayaran pajak daerah.  Langkah ini dilakukan seiring penetapan Surabaya sebagai Kota Cerdas atau Smart City.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pajak bumi dan bangunan
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top