Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

REI DKI: Penghapusan PBB Perlu Koordinasi Dengan Badan Terkait

Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perusahaan Real Estat Indonesia (REI) DKI Jakarta berpendapat rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang diinisiasi Gubernur Basuki menjadi suatu upaya menggeliatkan masyarakat kelas menengah ke bawah untuk memiliki hunian.n
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 15 September 2015  |  11:00 WIB
REI DKI: Penghapusan PBB Perlu Koordinasi Dengan Badan Terkait
Aktivitas warga di rumah susun sewa (Rusunawa) Pulogebang, Jakarta Timur, Selasa (20/1/2015). - Antara/Zabur Karuru
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perusahaan Real Estat Indonesia (REI) DKI Jakarta berpendapat rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang diinisiasi Gubernur Basuki menjadi suatu upaya menggeliatkan masyarakat kelas menengah ke bawah untuk memiliki hunian.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemprov DKI berencana membebaskan pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2) untuk bangunan berupa rumah tapak dan rumah susun dengan nilai di bawah Rp1 miliar. Nantinya, kebijakan tersebut tertuang dalam peraturan gubernur (Pergub) dan berlaku tahun  depan.

Sekretaris DPD REI DKI Jakarta Arvin F. Iskandar berpedapat ide ini tentunya perlu didiskusikan dengan lembaga terkait, seperti Direktorat Jenderal Pajak agar bisa terealisasi.

“Tentunya kami menyambut baik rencana ini, tetapi perlu ada koordinasi dengan Ditjen Pajak karena akan mengurangi pendapatan daerah,” ujarnya kepada Bisnis.com, Senin (15/9/2015).

Sepanjang semester I/2015, sambung Arvin, penjualan yang terus bertumbuh signifikan di Jakarta ialah apartemen dengan harga Rp300 juta – Rp500 juta per unit.

Oleh karena itu, Arvin yang juga menjadi Presiden Komisaris PT Mitra Abadi Sukses menuturkan, perseroannya menawarkan lebih banyak tipe studio pada proyeknya, yaitu apartemen Belmont Residence di Jakarta Barat.  Dari tiga tower yang tersedia, Athena merupakan gedung terakhir dengan kapasitas 450 unit.

Penjualan unit di tower Athena telah mencapai 60%-70% dengan rentang harga Rp300 juta hingga Rp1,9 miliar. Luasan unit yang ditawarkan terbagi dalam enam tipe dengan rentang 17,91 m2 - 55,37 m2.

“Sekitar 70% kita menawarkan dengan harga Rp300 sampai dengan Rp800 juta per unit, jadi mayoritas di bawah Rp1 miliar,” tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bisnis properti pajak bumi dan bangunan
Editor : Fatkhul Maskur
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top