Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penurunan Volume Ekspor Tuna Bukan Karena Transhipment

Kementerian Kelautan dan Perikanan menyatakam penurunan volume ekspor tuna tahun lalu tidak disebabkan karena dampak pelarangan alih muatan atau transhipment.
Irene Agustine
Irene Agustine - Bisnis.com 22 Januari 2015  |  04:38 WIB
Ikan tuna.  -
Ikan tuna. -

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan menyatakam penurunan volume ekspor tuna tahun lalu tidak disebabkan karena dampak pelarangan alih muatan atau transhipment.

Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Saut P. Hutagalung mengatakan penurunan volume ekspor tuna 8% menjadi 220.000 ton pada lalu besar disebabkan karena faktor iklim, bukan karena menipisnya pasokan akibat transhipment.

“Memang mungkin selama bulan Desember itu mereka turun 70-an%, tapi kalau dibandingkan per tahun ya itu tidak terlalu besar,” katanya.

Dia mengatakan kecil kemungkinan beleid itu akan direvisi, seperti keinginan banyak pelaku usaha karena tujuan larangan tersebut adalah untuk menjamin ketersediaan stok tuna dimasa mendatang dan meminimalisir praktek pencurian ikan.

Saut yakin pengusaha telah memiliki cara-cara jitu untuk meredam kerugian seperti dengan mengurangi jarak tempuh atau mendaratkan di tempat terdekat dengan lokasi penangkapan.

Dia mengatakan angka ekspor tuna tahun 2015 mungkin akan turun pada 2015, namun dia yakin dampak berikutnya tidak akan terlalu sebesar pada Desember karena pengusaha pasti telah memiliki alternatif itu.

“Setiap kebijakan yang kita ambil, pasti punya ongkos. Target kita mungkin tidak tercapai. Yang penting ini dilakukan untuk pembenahan,” katanya.

 

  

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

transhipment ikan tuna
Editor : Setyardi Widodo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top