Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

ANGGARAN BERTAMBAH: Kawasan Kumuh Diharap Berkurang 4.677 Hektar

Melalui penambahan anggaran sekitar Rp5 triliun, program pengentasan kawasan kumuh pada tahun depan diharapkan dapat berkurang hingga 4.677 hektare.
Fatia Qanitat
Fatia Qanitat - Bisnis.com 29 Desember 2014  |  19:32 WIB
ANGGARAN BERTAMBAH: Kawasan Kumuh Diharap Berkurang 4.677 Hektar
Pemukiman kumuh di kawasan Manggarai, Jakarta. - Bisnis/Nurul Hidayat
Bagikan

Bisnis.com, BOGOR—Melalui penambahan anggaran sekitar Rp5 triliun, program pengentasan kawasan kumuh pada tahun depan diharapkan dapat berkurang hingga 4.677 hektare.

Dalam anggaran Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, program untuk kawasan kumuh yang telah disetujui berjumlah Rp1,7 triliun.

Melalui rencana penambahan Rp13 triliun dalam APBN Perubahan, anggaran untuk kebutuhan itu dialokasikan bertambah Rp5 triliun, sehingga menjadi Rp6,7 triliun.

Direktur Jenderal Cipta Karya Imam S. Ernawi menjabarkan hasil identifikasi menunjukkan telah teridentifikasi 3.286 kawasan kumuh yang mencakup luasan 37.407 hektare. Kawasan ini menjadi fokus kementerian dalam menangani kawasan kumuh selama periode 2015-2019.

"Melakukan penanganan terhadap kawasan kumuh harus dimulai dengan mengidentifikasikan titik kawasan di masing-masing kota sesuai dengan ketentuan dalam UU Perumahan dan Kawasan Permukiman, serta konfirmasi dari pemerintah daerah melalui SK Kumuh," tuturnya, Senin (29/12/2014).

Dia melanjutkan kementerian akan melakukan penanganan kawasan kumuh secara terpadu antar sektor. Pihaknya telah melakukan komitmen dengan beberapa pemda untuk sama-sama bekerja mengatasi permasalahan yang ada.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

cipta karya
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top