Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Produsen MSG Baru Manfaatkan Impor Gula 67,9% dari Kuota

Realisasi impor gula mentah untuk industri penyedap rasa alias MSG sampai dengan Oktober tahun ini baru 67,88% dari kuota impor yang diizinkan.
Dini Hariyanti
Dini Hariyanti - Bisnis.com 15 Desember 2014  |  17:14 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--Realisasi impor gula mentah untuk industri penyedap rasa alias MSG sampai dengan Oktober tahun ini baru 67,88% dari kuota impor yang diizinkan.

Direktur Eksekutif Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI) Yamin Rahman mengatakan untuk tiga perusahaan produsen penyedap rasa (vetsin) diberikan persetujuan impor gula mentah (raw sugar) 397.830 ton sampai dengan Oktober tahun ini. Izin impor itu sama dengan rekomendasi yang diajukan pelaku industri.

"Namun dari jumlah tersebut yang terealisasi hanya 270.048 ton setara 67,88% dari kuota," katanya, Senin (15/12/2014).

AGRI mencatat sepanjang tahun lalu disetujui rekomendasi impor gula mentah untuk industri penyedap rasa sebanyak 395.530 ton. Realisasi impor hanya 86,26% sama dengan
341.171 ton.

Direktur Industri Minuman dan Tembakau Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Faiz Ahmad mengatakan impor gula mentah untuk memproduksi vetsin tidak memengaruhi neraca perdagangan gula.

Hal ini karena gula yang diimpor langsung diolah tanpa ditumpuk terlebih dahulu.

Gula mentah tengah digandrungi produsen vetsin karena harganya sedang turun terpengaruh harga minyak dunia yang landai. Opsi selain gula mentah sebagai bahan baku vetsin adalah tapioka dan tetes tebu (molase).

Impor gula mentah saat ini banyak berasal dari Brasil. Saking harga gula tengah rendah dan permintaan tinggi, para produsen gula di negara itu memfokuskan produksi seluruhnya untuk gula mentah tanpa membuat bioetanol.

Harga gula mentah impor kini di kisaran US$15 sen per lbs atau sekitar US$30 sen per kilogram. Harga ini lebih murah dibandingkan dengan kisaran harga pada awal tahun ini antara US$17 sen - US$18 sen per lbs.

Untuk menghasilkan penyedap rasa gula mentah difermentasi menghasilkan bakteri yang memproduksi sodium glutamat, lalu dicampur dengan asam glutamat.

Selanjutnya akan diha silkan berupa monosodium glutamat (MSG) alias vetsin.

Produsen penyedap rasa yang paling banyak mengimpor gula mentah adalah PT Cheil Jedang Indonesia, tetapi Faiz tak memberikan angka pasti peran dari perseroan ini.

Cheil Jedang tidak hanya menghasilkan MSG melainkan pula produk lain, seperti pakan ternak dan penyedap rasa kualitas tinggi yang disebut nucleotide.

"Gula mentah yang diitmpor aekitar 70% - 80% untuk memproduksi lysine hcl yakni asam aminoprotein untuk pakan ternak. Yang lain dipakai memproduksi nucleotide, tipe yang lebih tinggi dari MSG," ucap Faiz.

Nucleotide itu terbagi menjadi dua tipe, yakni GMP untuk masakan berbasis seafood dan IMP untik sayur-mayur.

Penyedap rasa jenis ini banyak dipakai restoran karena lebih pekat sehingga pemakaiannya lebih efisien dibandingkan vetsin dapur biasa.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

impor gula gula mentah industri penyedap rasa
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top