Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Impor Barang Pendukung Funitur Capai Rp3 T

Produsen furnitur menuntut pemerintah mendatang menyiapkan amunisi ampuh guna merangsang perkembangkan industri pendukung. Pasalnya 12% kebutuhan barang pendukung dipenuhi dari impor.
Dini Hariyanti
Dini Hariyanti - Bisnis.com 10 Oktober 2014  |  00:19 WIB
"Industri pendukung furnitur itu kita impor karena tidak mampu bikin sendiri. Semua yang dibikin di Indonesia itu harganya lebih mahal,". - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA — Produsen furnitur menuntut pemerintah mendatang menyiapkan amunisi ampuh guna merangsang perkembangkan industri pendukung. Pasalnya 12% kebutuhan barang pendukung dipenuhi dari impor.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Mebel dan Kerajinan Indonesia (Amkri) Abdul Sobur menyebutkan barang penunjang produksi yang diimpor, misalnya cat untuk finishing, bahan kulit permukaan sofa, engsel, dan komponen lain. Pasalnya harga komponen impor lebih murah daripada produk lokal.

"Industri pendukung furnitur itu kita impor karena tidak mampu bikin sendiri. Semua yang dibikin di Indonesia itu harganya lebih mahal," tuturnya, Kamis (9/10/2014).

Amkri memperkirakan persentase impor bahan pendukung produksi sekitar 12% dari kebutuhan setara dengan Rp3 triliun. Nilai ini diharapkan bisa beredar di dalam negeri jika industri penunjang berkembang dan kompetitif dengan produk impor.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri furnitur amkri mebel dan kerajinan
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top