Restrukturisasi PDAM Tidak Terganggu Penaikan Tarif Listrik

Pemerintah meminta Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) bertindak kreatif menyikapi kenaikan tarif dasar listrik yang menyumbang 20%-30% biaya produksi.
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com 03 Juli 2014  |  04:55 WIB
Restrukturisasi PDAM Tidak Terganggu Penaikan Tarif Listrik
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemerintah meminta Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) bertindak kreatif menyikapi kenaikan tarif dasar listrik yang menyumbang 20%-30% biaya produksi.

Menurut Ketua Badan Pendukung Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (BPP SPAM) Kementerian Pekerjaan Umum, Tamin M Zakaria Amin, PDAM sebagai perusahaan monopoli seharusnya tidak menjadikan tarif sebagai satu-satunya solusi untuk meningkatkan kinerja.

"PDAM dapat menekan kehilangan airnya," tutur Tamin kepada 'Bisnis' Rabu (2/7/2014). Kehilangan air bersih ini pada banyak PDAM masih sangat besar bahkan hingga diatas 40% dari air bersih yang dialirkan.

Tindakan sederhana seperti penggantian meteran pelanggan yang sudah tua dan rusak menurut Tamin, dapat menekan kehilangan air dan menambah sumber pendapatan PDAM.

"Asalkan mengikuti RPKP yang sudah disusun, maka restrukturisasi tidak akan terganggu," jelasnya.

Rencana Perbaikan Kinerja Perusahaan (RPKP) merupakan dokumen panduan kerja bagi perusahaan air minum yang sudah disetujui Kementerian Keuangan dan Kementerian Pekerjaan Umum untuk menyehatkan perusahaan air minum milik pemerintah daerah ini dan membayar hutang ke negara.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kenaikan tdl

Editor : Setyardi Widodo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top