Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Turki Undang Pengusaha Mebel Jateng ke Pameran Tuskon

Turkish Indonesian Trade Association (TITA) mengundang pelaku usaha Jawa Tengah di bidang konstruksi, bahan bangunan, mebel dan mesin untuk berpartisipasi dalam Tuskon World Trade Bridge 2014.
Ana Noviani
Ana Noviani - Bisnis.com 25 Mei 2014  |  17:40 WIB
Turki Undang Pengusaha Mebel Jateng ke Pameran Tuskon
Bagikan
Bisnis.com, SEMARANG--Turkish Indonesian Trade Association (TITA) mengundang pelaku usaha Jawa Tengah di bidang konstruksi, bahan bangunan, mebel dan mesin untuk berpartisipasi dalam Tuskon World Trade Bridge 2014.
 
Sekretaris Umum TITA Ismail Cakmak menuturkan Tuskon World Trade Bridge (TWTB) merupakan acara tahunan yang digelar oleh Konfederasi Pengusaha dan Industrialis Turki/Tuskon. Pameran tersebut akan mempertemukan pelaku usaha dari 160 negara yang berpartisipasi.
 
"Tidak hanya pameran, kita juga akan memfasilitasi pertemuan business to business, serta tur ke pabrik dan pasar sesuai fokus sektor usaha," ujarnya ketika berkunjung ke kantor Kadin Jateng, Jumat (23/5/2014).
 
Acara yang akan berlangsung pada pertengahan Juni 2014, lanjutnya, akan fokus pada empat bidang usaha, yakni konstruksi, bahan bangunan, mebel, dan mesin-mesin yang terkait sektor tersebut. 
 
"Jateng ini kan pusatnya industri mebel di Indonesia, karena itu kita mau ajak pelaku usaha di Jateng untuk ikut dalam acara Tuskon ini," tuturnya. 
 
Selama ini, imbuhnya, produk mebel kayu dan rotan di pasar Turki banyak diisi oleh produk asal China. Pengusaha Turki pun turut berinvestasi di sana. Namun, kesulitan bahan baku dan peningkatan upah buruh di China membuat pelaku usaha Turki berupaya mencari mitra alternatif. 
 
"Tuskon ini tidak hanya jual beli, bisa juga menjajaki potensi investasi. Kalau cocok, pengusaha Turki bisa saja jalin joint venture dengan mitra di Jateng," kata Cakmak.
 
Alfa Rizki Hadi, perwakilan TITA Jateng, menambahkan pertumbuhan sektor properti di Turki sangat pesat. Seiring dengan hal tersebut, permintaan produk mebel turut meningkat. 
 
"Di Turki banyak apartemen, jadi banyak kebutuhan furnitur. Turki juga negara wisata, jadi handycraft sangat laku," katanya. 
 
Tuskon World Trade Bridge 2014, lanjutnya, akan diikuti oleh 1.200 perusahaan dengan 600 jenis produk sesuai sektor yang diangkat. 
 
"Tidak hanya furnitur, bahan baku kayu setengah jadi, seperti plywood dan barecore itu juga tinggi permintaannya di Turki. Jadi cocok sekali kalau pengusaha Jateng berpartisipasi," ujar Hadi. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor mebel ekspor furnitur
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top