Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kemenkeu Serba Salah Belanja Menumpuk Akhir Tahun

Kementerian Keuangan merasa serba salah dengan strategi penerbitan surat utang negara yang dikebut awal tahun, sedangkan penyerapan anggaran belanja oleh kementerian/lembaga baru terjadi akhir tahun.
Sri Mas Sari
Sri Mas Sari - Bisnis.com 25 Februari 2014  |  22:09 WIB
/Ilustrasi
/Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Keuangan merasa serba salah dengan strategi penerbitan surat utang negara yang dikebut awal tahun, sedangkan penyerapan anggaran belanja oleh kementerian/lembaga baru terjadi akhir tahun.

Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati mengeluhkan pola penumpukan pencairan anggaran pada akhir tahun yang masih terjadi, meskipun ada pola perbaikan kinerja realisasi belanja kementerian/lembaga. 

"Penumpukan belanja di belakang, membuat kami serba salah. Mau front loading surat berharga negara, argonya (bunga) dihitung dari awal, tapi belanjanya di belakang,” katanya, dikutip dari laman Kemenkeu, Selasa (25/2/2014).

Ketidaksesuaian antara penyerapan anggaran dan pembiayaan tersebut, menurutnya, menjadi sesuatu yang harus segera diselesaikan.

Meskipun demikian, dia menyoroti penyerapan belanja juga harus diimbangi dengan kualitas program. Dia mengimbau agar K/L dan pemerintah daerah meningkatkan kualitas realisasi belanja untuk tahun anggaran 2014. 

“Kita nanti bukan hanya mengukur dari besaran disbursement yang dilakukan, tetapi juga sejauh mana output dan outcome-nya," ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

surat utang negara penyerapan anggaran strategi front loading
Editor : Nurbaiti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top