Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Daftar OTP Maskapai: Batik Air Paling Tepat Waktu, AirAsia Posisi Buncit

Meski terbelit utang sehingga berimbas pada kegiatan operasinal, ketapatan waktu penerbangan atau on time performance (OTP) Merpati Nusantara ternyata tidak lebih buruk dibandingkan dengan maskapai lain selama 2013.
MG Noviarizal Fernandez
MG Noviarizal Fernandez - Bisnis.com 16 Februari 2014  |  17:59 WIB
Daftar OTP Maskapai: Batik Air Paling Tepat Waktu, AirAsia Posisi Buncit
/Bisnis
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Meski terbelit utang sehingga berimbas pada kegiatan operasinal, ketapatan waktu penerbangan atau on time performance (OTP) Merpati Nusantara ternyata tidak lebih buruk dibandingkan dengan maskapai lain selama 2013.

Kepala Humas Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Israfulhayat menginformasikan Merpati menduduki peringkat ketiga dari bawah dengan persentase 73,72% dari 36.267 penerbangan sepanjang 2013.

Posisi tersebut lebih tinggi dari Wings Air 72,37% (59.528 penerbangan) dan Indonesia Air Asia di posisi juru kunci dengan persentase 71,58% (38.725 penerbangan).

Dia melanjutkan, posisi teratas ditempati Batik Air dengan persentase 89,59% (5.344 penerbangan) disusul Garuda Indonesia 84,05% (168.374 penerbangan). Adapun posisi ketiga direngkuh Sriwijaya Air dengan persentase 80,94% (71.903 penerbangan).

Secara rata-rata keseluruhan, lanjutnya, total OTP pada badan usaha angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri dengan pangsa pasar lebih dari 3% periode 2013 adalah sebesar 77,85% dengan jumlah penerbangan 617.189.

Menurutnya, secara keseluruhan, faktor teknis operasional menjadi penyebab utama terjadinya keterlambatan penerbangan yaitu 46,52%. Di samping itu, keterlambatan yang disebabkan oleh maskapai sebanyak 33,75%, penyebab faktor lain-lain 14,82% dan faktor cuaca 4,95%.

Terkait dengan pembatalan penerbangan, kata dia, prosentase terbesar penyebab pembatalan penerbangan pada badan usaha angkutan udara dengan pangsa pasar lebih dari 3% periode 2013  adalah faktor lain-lain sebanyak 1,67%.

Sementara itu, pembatalan penerbangan yang disebabkan oleh maskapai adalah 0,41%, faktor teknis operasional 0,12%, dan faktor cuaca 0,03%.

“Diharapkan pada tahun ini, OTP masing-masing maskapai lebih meningkat lagi, sehingga pengaduan pengguna jasa terkait keterlambatan penerbangan berkurang yang akan berujung pada meningkatnya pelayanan jasa transportasi udara,” jelasnya Minggu (16/2/2014).

Berikut daftar OTP maskapai nasional pada 2013:

Maskapai

OTP

Jumlah penerbangan

Batik Air

88,59%

5.344

Garuda Indonesia

84,05%

168.374

Sriwijaya Air

80,94%

71.903

Citilink

80,27%

39.309

Lion Air

74,55%

182.452

Mandala Airlines

73,81%

15.287

Merpati Nusantara

72,73%

36.267

Wings Air

72,37%

59.528

Indonesia Air Asia

71,58%

38.725

Sumber: Kemenhub

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penerbangan otp
Editor :
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top